SIJORI: Sejarah dari Salah Satu Growth Triangle ASEAN dan Potensinya pada Masa Kini

Friday, 4 September 2026

SIJORI Growth Triangle Area atau Wilayah Segitiga Emas Singapura-Johor-Riau adalah salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi masing-masing wilayah dengan membentuk suatu aglomerasi ekonomi industri. Inisiatif ini dicetuskan oleh Goh Chok Tong, Wakil Perdana Menteri Singapura, pada tahun 1989 untuk menjalin kerjasama antarnegara. 

Inisiatif ini berangkat dari tiga negara yang tepat dilalui oleh jalur perdagangan internasional sejak abad ke-15, yaitu Selat Malaka. Keunggulan geografis memberikan keuntungan bagi Batam untuk melakukan perdagangan dengan negara lain. Beberapa ahli mengatakan bahwa kota-kota yang dilalui oleh jalur perdagangan tersebut berkembang pesat hingga menjadi pusat pertumbuhan modal.

Pada 1973, Pemerintah Indonesia menetapkan Batam sebagai kawasan industri strategis, yang bertepatan dengan pembentukan Otorita Batam. Di sisi lain, Singapura mulai melihat Batam dan Johor sebagai lokasi ekspansi aktivitas industri seiring keterbatasan lahan dan meningkatnya production cost di dalam negeri.

Ketiga negara tersebut memiliki potensi dan peran masing-masing. Singapura berperan sebagai modal yang ditandai dengan pusat keuangan serta riset dan pengembangan, sedangkan Johor dan Batam memiliki peran serupa, yaitu sebagai penyedia lahan dan tenaga kerja untuk aktivitas industri.

Awalnya, kerja sama ini berjalan dengan lancar selama sekitar 8 tahun. Ketiganya menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Singapura mendapatkan pasokan air bersih, gas alam, dan juga pangan dari Johor dan Batam, sedangkan Johor dan Batam mendapatkan modal dan infrastruktur, serta berperan sebagai tujuan relokasi dari pusat produksi di Singapura. 

Kawasan Industri Pasir Gudang di Johor dan Kawasan Industri Batamindo di Batam menjadi salah satu saksi nyata keberhasilan segitiga pertumbuhan ini. Bahkan, salah satu area Greater Batam, yakni Bintan, juga mendapatkan efek trickle-down dalam konteks sektor leisure and tourism.

Pada 1994, SIJORI berkembang menjadi model yang lebih established, setara dengan kerja sama subregional lainnya dalam lingkup ASEAN seperti IMT-GT, BIMP-EAGA, dan GMS-GT. Investasi Singapura semakin mengalir deras di Johor dan Batam. Pertumbuhan PDB di kedua negara tersebut lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata nasional pada dekade awal. Momentum pertumbuhan ini kemudian menghadapi berbagai tekanan yang perlahan mengubah dinamika ekonomi SIJORI. 

Salah satu faktor melemahnya kerja sama ini adalah Krisis Finansial Asia 1997 dan Krisis Finansial Global 2008 yang memperlebar kesenjangan pertumbuhan ketiga wilayah. Pergeseran Singapura dari manufaktur menuju pariwisata turut mengurangi arus investasi, sementara keterkaitan antarwilayah juga tidak seimbang, dengan hubungan Singapura-Johor yang lebih kuat dibandingkan Singapura-Riau, apalagi Johor-Riau.

Meski SIJORI melemah, keterkaitan ketiga wilayah tetap berlanjut, seperti kabel bawah laut NCC antara Batam-Singapura, rencana konektivitas logistik RoRo Batam-Johor, serta JS-SEZ yang didukung RTS-Link Singapura-Johor.

Di tengah perubahan tersebut, Batam mulai bertransformasi dari pusat manufaktur menjadi pusat industri high-tech, khususnya data center. Hingga saat ini, terdapat 21 titik data center di Batam, termasuk fasilitas hyperscale seperti DayOne, NVIDIA, dan NeutraDC. Perubahan ini memperluas peran Batam dalam rantai ekonomi regional berbasis ekosistem digital.

Hal ini membuka kembali peluang lahirnya SIJORI dengan orientasi yang lebih relevan. Dalam pertemuan bilateral, Singapura dan Indonesia telah menyampaikan peluang pembaruan SIJORI untuk memperkuat posisi Selat Malaka sebagai jalur perdagangan strategis. Ke depan, integrasi dapat diarahkan pada tiga sektor utama: transportasi, digitalisasi, dan energi hijau. 

Penguatan kelembagaan, kemudahan investasi, dan pesatnya perkembangan high-tech industries dapat semakin memposisikan Batam sebagai industrial and high-tech hub yang strategis dalam kebangkitan ekosistem SIJORI. 

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber :

https://batamtoday.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.researchgate.net/

https://bpbatam.go.id/

Share:
Back to Blogs