Menjemput Peluang Real Estat Indonesia dalam Rencana JS-SEZ

Friday, 6 February 2026

Setahun sejak penetapannya, Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) akan memulai tahap perancangan masterplan pada bulan Maret 2026. Selangkah lebih maju untuk mewujudkan penguatan integrasi kegiatan ekonomi di Asia Tenggara

Zona ekonomi lintas batas tersebut diharapkan semakin menarik investasi global, memperluas kapasitas produksi, serta meningkatkan produktivitas melalui perpaduan keunggulan sumber daya milik Johor dan penguasaan sektor industri high-tech oleh Singapura. Bagi Indonesia, khususnya Batam dan Kepulauan Riau, penetapan zona tersebut menjadi peluang besar untuk memposisikan diri sebagai mitra strategis khususnya pada sektor real estat regional.

Berdasarkan JS-SEZ Report 2025 yang dirilis oleh Knight Frank, JS-SEZ menerapkan model hub-and-spoke dalam skema kerja samanya secara spasial. Dalam model tersebut, Singapura berperan sebagai pusat (hub) untuk fungsi strategis seperti jasa keuangan, riset dan pengembangan, serta markas atau headquarters (HQ), sementara Johor berperan sebagai wilayah penyangga (spoke) yang mengakomodasi kegiatan manufaktur dan operasional data.

Indonesia, melalui Batam dan Kepulauan Riau, dapat menangkap peluang JS-SEZ dengan mengembangkan kegiatan ekonominya untuk menjadi spoke pendukung. Harga lahan industri yang kontras antara Johor, yang berkisar antara RM45 hingga RM130 per kaki persegi, dengan Singapura, yang harga lahannya dapat melampaui SGD300 (~RM930) per kaki persegi, membuka celah bagi Indonesia untuk menawarkan lahan industri di Batam sebagai alternatif yang kompetitif. 

Peluang real estat juga didorong oleh penguatan infrastruktur konektivitas. Dilansir dari tinjauan proyek, pembangunan Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor Bahru dan Singapura ditargetkan selesai pada akhir 2026 dengan kapasitas puncak 10.000 penumpang per jam. Mobilitas masal ini diprediksi akan menciptakan spillover effect yang meningkatkan permintaan properti komersial dan hunian di wilayah sekitarnya, termasuk potensi limpahan investasi ke Batam.

Dengan menyelaraskan kebijakan dan menawarkan kesiapan infrastruktur, Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk bertransformasi menjadi komponen krusial dalam ekosistem perekonomian Selat Singapura yang semakin dinamis. Sinergi ini memungkinkan terciptanya kawasan industri yang saling melengkapi sehingga mendatangkan peluang investasi yang kompetitif dan produktif.

 

Penulis: Nareswari Dahayu

Sumber:

https://www.knightfrank.com/research/report-library/the-johor-singapore-special-economic-zone-2025-12374.aspx

https://www.channelnewsasia.com/

https://www.scmp.com/week-asia/

https://bpbatam.go.id/

Share:
Back to Blogs