Arus investasi di Batam saat ini sangat bergantung pada aktivitas industri, termasuk kegiatan logistik dan mobilitas masyarakat di dalam wilayah. Infrastruktur jalan yang memadai salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta meningkatkan konektivitas antarkawasan di Batam.
Pada tahun ini, BP Batam akan berfokus meningkatkan fungsi dan manfaat Jalan Gajah Mada yang berperan sebagai salah satu jalur vital bagi aktivitas perekonomian Batam yang terfokus pada aktivitas logistik dari kawasan industri.
Salah satu fokus pengembangan Jalan Gajah Mada adalah memperlebar ruas jalan dari dua lajur menjadi empat lajur. Bahkan, berdasarkan perkembangan terbaru, ruas jalan tersebut ditargetkan dapat diperluas hingga menjadi enam lajur.
Selain pelebaran jalan, Pemerintah akan memastikan pengembangan Jalan Gajah Mada dilengkapi dengan sarana pendukung, seperti median jalan untuk meningkatkan keselamatan, drainase untuk mengurangi risiko genangan, manajemen akses jalan, serta optimalisasi geometrik tikungan.
Rencana pengembangan jalan tersebut dibagi menjadi beberapa segmen, salah satunya segmen Jalan Landing Flyover–Simpang Jalan Mamdani. Progres pembangunan pada segmen pertama tersebut telah mencapai 39% dari total pekerjaan.
Pemerintah dan BP Batam akan terus mengawasi proyek ini agar berjalan lancar dan sesuai dengan target realisasi yang telah ditetapkan.
Selain pengembangan Jalan Gajah Mada, Pemko Batam juga menyiapkan pembangunan sejumlah ruas jalan lainnya, salah satunya Jalan Lingkar (ring road) yang menjadi program prioritas untuk memperkuat konektivitas intrawilayah.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam menjelaskan bahwa Jalan Lingkar terdiri atas tiga koridor, yaitu Koridor Lingkar Selatan, Koridor Lingkar Utara, dan Koridor Lingkar Tengah. Secara keseluruhan, jalan lingkar tersebut direncanakan memiliki panjang 43,13 kilometer dengan estimasi anggaran sekitar Rp800 miliar.
Sebagai bentuk komitmen, DBMSDA Kota Batam menargetkan untuk menyelesaikan proyek jalan sepanjang 3,5 kilometer pada tahun ini dan akan dilanjutkan tahun depan dengan panjang sekitar 4,77 kilometer.
Penguatan konektivitas intrawilayah diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas industri yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Batam. Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas barang dan masyarakat antarkawasan dapat berjalan lebih efisien serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://bpbatam.go.id/
https://mediacenter.batam.go.id/
https://metropolis.batampos.co.id/
https://batamtoday.com/