Perkembangan properti bukan hanya sekedar tren gaya hidup masyarakat, namun lapang usaha ini juga ikut mencerminkan kegiatan perekonomian serta investasi nasional. Sektor properti atau real estat di Indonesia telah menunjukan kinerja yang positif selama tahun 2025 ini. Terdapat peningkatan indeks harga rumah sebesar 1,6% pada awal tahun ini, yang menunjukkan adanya perbaikan dari tahun 2024 dan potensi di masa yang akan datang.
Badan Pusat Statistik Indonesia juga mencatat bahwa Lapangan Usaha Real Estat tumbuh sebesar 3,71% (y-on-y) pada triwulan kedua 2025. Hal ini didorong oleh peningkatan KPR/KPA, kredit pemilikan ruko/rukan, dan konsumsi per kapita kontrak rumah/imputasi sewa rumah. Pertumbuhan ini bisa menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan properti di tahun 2026.
Di luar faktor dari sektor residensial, pertumbuhan properti tahun 2026 juga dapat didorong oleh peningkatan pendapatan beberapa kawasan industri dan pendapatan perusahaan real estat, yang didukung oleh meningkatnya penjualan dan penyewaan properti. Selain itu, peningkatan aktivitas kawasan pariwisata seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara juga mendorong pertumbuhan lapangan usaha ini.
Berdasarkan wilayah, Bali dan Yogyakarta diproyeksikan akan mendominasi pertumbuhan properti Indonesia tahun depan. Kuatnya sektor properti di Bali didorong oleh faktor akomodasi dari wisatawan asing, sedangkan Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Selain kedua wilayah tersebut, pengembangan proyek infrastruktur nasional juga mendorong pertumbuhan properti di Surabaya, Bandung, dan Batam.
Di sisi lain, harga properti di Jakarta pada tahun ini cenderung stagnan, terutama untuk apartemen. Properti apartemen menunjukkan oversupply, di mana pembangunan baru terus digencarkan walaupun minat pasar tidak setinggi itu. Sama halnya dengan perkantoran dan ritel yang perlahan tergeser karena perkembangan teknologi digital, sehingga kedua sektor ini belum tentu menjanjikan di tahun 2026.
Secara keseluruhan, sektor properti yang mungkin prospektif di Indonesia tahun 2026 adalah industri dan mix-use development. Kedua sektor tersebut didorong oleh maraknya permintaan logistik serta pengembangan wilayah yang terintegrasi. Adapun secara global, tren properti di tahun depan utamanya mulai bergerak ke arah senior housing, student housing, dan data centers. Ketiga sektor ini diproyeksikan sebagai sektor yang potensial terus tumbuh memenuhi kebutuhan urbanits.
Penulis : Grace Olivia
Sumber :
https://www.pwc.com/
https://www.bps.go.id/
https://bambooroutes.com/