Pada era digitalisasi ini, ritel menjadi salah satu sektor yang terdampak. Mal atau pusat perbelanjaan yang biasanya menjadi tempat transaksi atas pembelian suatu barang kini harus berbagi ruang dengan efek dari digitalisasi, yaitu e-commerce.
Minim mobilitas, transaksi mudah, barang diantar sampai ke rumah, waktu antar cepat, menjadi keunggulan dari e-commerce. Menurut BI, nilai transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh pesat mencapai Rp487.01 triliun pada tahun 2024 dari Rp205,05 triliun pada tahun 2019. Data ini menunjukkan bahwa pergeseran perilaku konsumen benar terjadi, dan sektor ritel perlu beradaptasi untuk mempertahankan pasarnya.
Salah satu bentuk adaptasi tersebut dapat dilihat dari ragam tenant yang dihadirkan oleh pusat perbelanjaan. Pada dasarnya, mal selalu menyesuaikan konfigurasi tenant dengan kebutuhan dan preferensi pengunjungnya. Jika tenant yang tersedia mampu menjawab kebutuhan pasar, maka mal akan tetap ramai dikunjungi dan sebaliknya. Ketika fungsi mal sebagai tempat transaksi mulai tergeser oleh e-commerce, pengalaman yang tidak dapat diperoleh secara daring menjadi nilai tambah yang cukup diperhitungkan.
Perubahan ini dapat tercermin pada tren yang tengah terjadi saat ini. Salah satu tren yang disebutkan oleh Knight Frank Indonesia pada Jakarta Property Highlight tahun 2025 yaitu geliat F&B yang mulai mengambil alih sebagian besar ruang ritel. Pada semester kedua tahun 2025, Knight Frank Indonesia mencatat bahwa separuh atau 50% tenant baru berasal dari sektor F&B. Pada tahun ini, beberapa tenant baru seperti Kurasu, Chage, Teazzi, Kopi Kenangan mulai berperan sebagai anchor, atau mini anchor dari mal tersebut, menggantikan dominasi sektor fashion.
Di tengah bergulirnya fenomena lipstick effect, sektor F&B seperti coffee shop and matcha shop, salt bread, butter tteok, cheesecake dan makanan atau minuman viral lainnya berperan sebagai self reward. Ibarat imbalan untuk diri sendiri, pengunjung datang saat ini untuk membeli makanan minuman yang bersifat premium.
Tren selanjutnya yaitu mengenai wellness atau kebugaran. Seperti yang kita tahu, pamor olahraga padel kini masih berada di puncak yang ditandai dengan pertumbuhan lapangan padel yang mencapai 294% (dari 240 lapangan menjadi 947 lapangan) di Indonesia pada tahun 2025 dan 113% (dari 326 lapangan menjadi 695 lapangan) di Jakarta pada tahun 2026.
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut, sejumlah pengembang mulai menghadirkan fasilitas padel di kawasan pusat perbelanjaan. Sebut saja, Agora Mall, Gandaria City, Kota Kasablanka, The Breeze, dan juga AEON mall Sentul City. Dengan begitu, lapangan padel ini bisa menarik traffic pengunjung dan memberikan trickling down effect kepada tenant retail lainnya.
Konsep open-air juga menjadi tren yang saat ini berkembang dalam ritel. Pondok Indah Mall 5 sebagai pasokan ritel terbaru di Jakarta menerapkan konsep ini. Selain itu, kawasan Tribeca di Central Park maupun area outdoor di Puri Indah Mall juga menjadi contoh bagaimana ruang terbuka semakin diminati dalam pengembangan pusat perbelanjaan saat ini.
Tak dapat dipungkiri, kemudahan berbelanja melalui e-commerce memang benar adanya. Maka dari itu, tenant-tenant di Mall kini berevolusi untuk menambahkan pengalaman yang bisa dirasakan oleh pengunjung. Misalnya saja, LEGO yang menyediakan area bermain dan layanan customized minifigure, Miniso Land yang menghadirkan area arcade dan permainan capit boneka, hingga Adidas yang memperluas ruang tokonya untuk memperkuat atmosfer dan identitas sebagai sport brand.
Pada akhirnya, berbagai tren ritel saat ini bermuara pada satu strategi yang sama, yaitu tenancy mix. Melalui kombinasi tenant yang beragam dan sesuai kebutuhan pasar, pusat perbelanjaan dapat menciptakan pengalaman yang menarik sehingga foot traffic tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan e-commerce.
Penulis: Jovan Rafkhansa
Sumber:
https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818
https://kfmap.asia/blog/transformasi-ritel-tengah-bergulir-saat-ini/4863
https://kfmap.asia/blog/menjual-pengalaman-strategi-mall-bertahan-di-era-e-commerce/5024
https://kfmap.asia/blog/lapangan-padel-dan-alfresco-dining-wajah-baru-tenant-mix-mall-jakarta-2026/5039
https://www.metrotvnews.com/
https://ifca.asia/