The Wealth Report (TWR) 2026 yang dirilis oleh Knight Frank menyebutkan, bahwa pertumbuhan crazy rich di Indonesia pada tahun 2031 akan mencapai 82%, dari jumlahnya saat ini. Sementara itu, saat ini, pertumbuhan ekonomi yang berjalan tergolong stabil.
Tentu saja, hal di atas menjadi diskursus di berbagai meja diskusi, mengingat saat ini kelas menengah sebagai populasi dengan komposisi terbesar tengah mengalami tekanan, dan dampaknya cukup signifikan terhadap pertumbuhan berbagai sektor ekonomi.
Dua kondisi di atas seakan menjadi paradoks saat ini, terlebih dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan kenaikan beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, menjadikan tekanan ekonomi semakin panjang atau berlanjut, setelah pandemi.
Namun, di tengah kondisi di atas, faktanya, performa pasar properti mewah memiliki fase pertumbuhan yang stabil, Misalnya saja, beberapa hunian mewah di Jakarta, saat ini memiliki tingkat penjualan yang cukup baik. Hunian mewah yang dimaksud adalah hunian vertikal yang berada di area premium (non-CBD) dengan lanskap hijau, dibandrol dengan harga per meter persegi di atas Rp 65.000.000.
Knight Frank Indonesia juga menemukan bahwa, di awal tahun 2026 penjualan kondominium premium di Jakarta mengalami catatan yang lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya, dengan penjualan pada semester 1 tahun 2026 sekitar 1,5% dari stok yang ada, dan harga yang relatif stagnan dengan pertumbuhan di bawah 1%.
Selain itu, beberapa produk rumah tapak premium di sekitar Jakarta juga mengalami peningkatan penjualan, dengan luas per unit rumah yang bisa melampaui 1.000 meter persegi, dan harga jual yang fantastis.
Dalam pasar properti mewah, stok rumah siap huni yang premium atau branded residence memang terbatas, dengan segmen yang juga niche namun bersedia membayar harga premium untuk memperoleh lingkungan hunian yang dikurasi dengan baik, layanan berkualitas tinggi, serta tingkat privasi yang lebih tinggi, atau di atas rata-rata.
Paradoksal, temuan TWR memang dirasakan ketika dipertemukan dengan pasar properti menengah, namun sinyalnya relatif sejalan jika dipertemukan dengan kondisi pasar properti mewah saat ini.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://www.knightfrank.com/research/reports/wealthreport