Ruang ritel menjadi salah satu sektor properti yang mampu memberi gambaran atau refleksi atas kondisi perekonomian, dan tentunya performa transaksi riil di lapangan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, yang terus berlanjut setelah masa pandemi. Ruang ritel telah mengalami berbagai fase transisi dan adaptasi. Saat ini di Jakarta, ritel pada segmen menengah ke atas terlihat tetap kuat, dengan berbagai adaptasi dan inovasi yang tumbuh, seperti ritel yang bersifat open air, sistem pembayaran digital, ragam tenant yang terlihat mulai berotasi, dan tentu saja, experience menjadi instrumen yang ditawarkan saat ini di ruang ritel.
Terkait tenan baru yang saat ini masuk ke ruang ritel Jakarta, terlihat sektor makanan dan minuman (F&B) merajai dibandingkan dengan sektor lainnya, sekitar 47%. Tenan F&B datang baik dari lokal, maupun global, seperti Jepang, China, Singapura, dsb. Selain F&B, tenant yang aktif juga datang dari sektor Fashion, Beauty & Personal Care, Jewelry & Accessories, Lifestyle dan Entertainment.
Tenan lokal saat ini merajai, ditandai dengan lebih dari 60% tenan baru di ruang ritel Jakarta yang masuk pada tahun ini berasal dari Indonesia. Beberapa tenant lokal baru yang merangsek masuk ke dalam ruang ritel di Jakarta, tentu saja diwarnai oleh sektor F&B yang mendominasi ruang ritel, atau separuh dari tenant lokal datang dari sektor F&B.
Saat ini, F&B memang menjadi salah satu tenant yang terus aktif masuk di ruang ritel Jakarta, tidak hanya pada kelas menengah ke atas, tetapi juga pada kelas menengah ke bawah. Kompetisi brand juga terlihat, baik brand lokal maupun global saat ini mewarnai ekspansi F&B di ruang ritel Jakarta. Sebut saja Chagee, Kurasu, Molly Tea, yang berkompetisi langsung dengan brand lokal seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Fore Coffee, dsb.
Selain F&B, tenant lokal lain yang aktif masuk ke ruang ritel Jakarta saat ini datang dari sektor Fashion, Beauty & Personal Care, Jewelry & Accessories, dsb. Di tengah digitalisasi yang tumbuh semakin pesat, sektor F&B terlihat dapat terus beradaptasi dan berinovasi, yang berujung pada resiliensi performa yang memikat investor.
Penulis: Syarifah Syaukat
Sumber:
https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818