Yuk, Kenali Tenant Potensial di Ruang Ritel Jakarta

Thursday, 30 April 2026

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan saat ini, ditandai dengan tekanan daya beli, ketidakpastian global, serta fluktuasi nilai tukar, hal ini memberikan dampak terhadap berbagai kegiatan di sektor ekonomi, termasuk industri ritel yang sangat reflektif terhadap dinamika pasar.

Pada akhir tahun 2025, terpantau pada kelas ritel tinggi, Grade A yang kini semakin berperan sebagai social hub dengan dominasi tenant yang masuk berasal dari sektor makanan dan minuman (F&B). Memang, saat ini transformasi yang tidak bisa dihindari yaitu, mal tidak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang bagi konsumen untuk berkumpul, bersosialisasi, mendapat experience baru, dan menghabiskan waktu lebih lama sebagai short escape dari rutinitas harian.

Sektor F&B, atau food and beverage, saat ini memang menjadi sektor yang menggeliat dan agresif untuk masuk ke berbagai kelas ritel di Jakarta. Hampir separuh dari tenant baru di tahun 2025 berasal dari sektor F&B, dengan komposisi terbesar berada pada ritel bergrade A. Seperti kita tahu, berbagai merek lokal, sebut saja Kopi Kenangan, Luna’s Doughnuts, Xi Bo Ba, Kata Rasa, Momoyo, mewarnai ruang ritel Jakarta saat ini, termasuk juga brand dari luar negeri yang masuk ke ruang ritel Jakarta, seperti Chagee, Molly Tea, Kurasu, HEYTEA, Luckin Coffee, Curry Up, dst.

Sektor F&B tergolong yang tahan/resilient dan terus tumbuh di tengah berbagai tantangan saat ini. Selain sektor F&B, sektor lain yang masih terus aktif masuk sebagai tenant pada tahun 2025, di antaranya adalah dari sektor Fashion, Beauty & Personal Care, Lifestyle, Footwear, Home & Living, Sportswear, Entertainment, Electronics, dan lainnya.

Pertumbuhan tenant kategori sektor beauty, sportswear, dan entertainment mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang semakin mengarah pada self-care, wellness, serta experience. Tren ini semakin memperkuat peran ruang ritel sebagai destinasi gaya hidup, bukan lagi sekadar tempat transaksi.

Tumbuhnya tenant potensial yang merangsek masuk ke ruang-ruang ritel telah mengirimkan pesan optimisme ke pasar bahwa potensi pertumbuhan transaksi masih terus ada di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian.

 

Penulis: Syarifah Syaukat

Sumber: 

https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818

Share:
Back to Blogs