Sekilas Terkait Dominasi Tenant di Ruang Ritel

Friday, 10 April 2026

Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, berbagai dinamika kegiatan ekonomi mengalami penyesuaian, termasuk pada sektor properti. 

Sebagai salah satu subsektor properti, sektor ritel menjadi salah satu indikator paling nyata dalam membaca arah pergeseran pasar karena menjadi cerminan real market, memberikan gambaran nyata terkait pandangan investor, preferensi konsumen, kapabilitas adaptasi peritel, dsb.

Setelah masa pandemi, performa sektor ritel kembali pulih. Sejatinya, ritel memiliki karakter shorter-term bounce, atau daya pulih yang lebih singkat dibandingkan dengan berbagai subsektor properti lainnya. Lihat saja, setelah pembatasan interaksi berlalu di masa pandemi, ruang ritel kembali diserbu oleh pengunjungnya.

Pada masa pandemi, tingkat hunian ritel berada di kisaran 77%, dan perlahan terus membaik hingga saat ini. Namun, pemulihan performa ritel tidak terjadi pada seluruh segmen. Artinya, ritel pada segmen menengah ke atas memang berhasil pulih dan terus melakukan ekspansi, namun tidak demikian pada ritel di kelas menengah ke bawah.

Tipe ritel kelas menengah ke atas umumnya direfleksikan pada ritel di Premium Grade dan Grade A. Kedua kelas ritel ini memang memiliki performa yang baik. Performa ritel pada semester kedua tahun 2025 menunjukkan bahwa presentasi tenant baru yang masuk di ruang ritel Jakarta telah didominasi oleh kedua kelas ini, atau sekitar 75%.

Misalnya saja tenant F&B, pada semester kedua tahun 2025, tercatat 24% masuk di kelas ritel premium dan 50% masuk di kelas ritel Grade A. Sisanya masuk di kelas ritel Grade B dan Grade C. Tenant F&B merupakan tenant baru yang cukup mendominasi ekspansinya pada seluruh kelas ritel di semester kedua tahun 2025.

Dominasi tenan baru yang masuk di kelas ritel premium dan Grade A bahkan lebih terlihat pada sektor tenant yang lain, seperti fashion, beauty dan personal care, lifestyle, footwear, home & living, sportswear, entertainment, electronics, dan lainnya.

Bifurkasi, atau perbedaan performa dalam satu sektor properti, yaitu ritel, memang tidak dapat dihindari saat ini. Refleksi dari kondisi ini adalah kondisi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, dan tentu saja perubahan pola perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi saat ini.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber :

https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818

Share:
Back to Blogs