Sekilas tentang Perjalanan Evolusi Retail Dunia, dari 1.0 hingga 5.0

Friday, 27 February 2026

Setiap orang pasti pernah melakukan aktivitas jual beli, bahkan melakukannya setiap hari. Pedagang berusaha meraih keuntungan untuk menghidupi diri dan keluarganya, sementara pembeli atau konsumen membutuhkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, terdapat juga perantara, seperti karyawan toko dan pihak distribusi, yang membantu kelancaran aktivitas tersebut yang disebut juga sebagai aktivitas ritel.

Ritel terus berevolusi dari tahun ke tahun dengan mengadaptasi perkembangan teknologi. Aktivitasnya pun semakin beragam, tidak hanya sebatas belanja luring (offline) maupun belanja daring (online), tetapi juga menggabungkan keduanya dalam konsep omnichannel. Setiap era ritel ditandai oleh inovasi yang bersifat revolusioner, yang kemudian menjadi gagasan utama sekaligus pembeda pada masanya.

Lantas, bagaimana retail berevolusi pada setiap eranya?

  • Retail 1.0 (Supermarket)
    Berawal pada tahun 1916 di Amerika Serikat, Piggly Wiggly hadir sebagai supermarket pertama dengan konsep self-service grocery store. Konsep ini revolusioner karena mengubah sistem pelayanan dari dilayani menjadi melayani diri sendiri, sekaligus memperkenalkan penataan rak terorganisasi, harga tetap, dan sistem kasir terpusat. 

Pada tahun 1925, mulai bermunculan supermarket lain dengan merek lain yang kompetitif satu sama lain seperti toko yang lebih besar, harga yang lebih murah, parking lot yang lebih banyak, dan lain sebagainya.

  • Retail 2.0 (Hypermarket)
    Pada tahun 1963, konsep hypermarket mulai berkembang di dunia melalui Carrefour di area pinggiran kota Paris dan Walmart yang terletak di Arkansas. Gagasannya adalah “everything under one roof”, yakni menyediakan berbagai jenis barang dalam satu bangunan berskala besar. Konsep ini revolusioner karena meningkatkan efisiensi ruang dan operasional melalui model ultra high volume & ultra low margin, yaitu penjualan dalam volume besar dengan margin tipis. Sekitar 15 tahun kemudian, hypermarket mulai berekspansi ke negara lain seperti China, Brasil, dan Thailand.

  • Retail 3.0 (E-Commerce)
    Perubahan besar ditandai oleh era Retail 3.0 dengan teknologi yang semakin canggih melahirkan sebuah sistem retail baru yang disebut sebagai e-commerce. Berawal dari Amazon yang berjualan buku secara online dengan fitur seperti review and recommendation, belanja online kemudian mengubah lanskap ritel global. 

Dalam era ini, terdapat beberapa hal yang menjadi penting seperti gudang atau warehouse yang menjadi kunci dalam rantai pasok, harga yang semakin transparan, web traffic yang meningkat pesat, serta pemanfaatan big data untuk personalisasi konsumen. Strategi yang dipakai juga berubah, dengan retailers yang perlu mengutamakan growth terlebih dahulu sebelum berfokus pada profit, sehingga digital marketing menjadi penting untuk branding.

  • Retail 4.0 (Multi-Channel dan Omnichannel)
    Pada era ini, peritel memanfaatkan berbagai kanal penjualan, baik toko fisik maupun daring, melalui pendekatan multi-channel. Perkembangannya kemudian mengarah pada omnichannel, yakni integrasi pengalaman belanja yang menyeluruh dan saling terhubung di setiap kanal. Strategi ini mendorong inovasi layanan untuk memperkuat daya saing merek, seperti click-and-collect, drive-thru, dan home delivery.

Era saat ini telah menunjukkan karakteristik Retail 5.0, yang ditandai oleh pemanfaatan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan machine learning untuk menyempurnakan layanan secara personalize kepada konsumen. Meski demikian, Indonesia masih berada dalam tahap transisi dari Retail 4.0 menuju 5.0, dengan proses adopsi teknologi yang berlangsung secara bertahap dalam aktivitas ritel. Dengan demikian, evolusi ritel dari 1.0 hingga 5.0 tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku konsumen dan strategi bisnis yang terus beradaptasi terhadap dinamika zaman.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://www.mckinsey.com/

https://intellias.com/retail-technology/

Share:
Back to Blogs