Setiap orang pasti pernah melakukan aktivitas jual beli, bahkan melakukannya setiap hari. Pedagang berusaha meraih keuntungan untuk menghidupi diri dan keluarganya, sementara pembeli atau konsumen membutuhkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, terdapat juga perantara, seperti karyawan toko dan pihak distribusi, yang membantu kelancaran aktivitas tersebut yang disebut juga sebagai aktivitas ritel.
Ritel terus berevolusi dari tahun ke tahun dengan mengadaptasi perkembangan teknologi. Aktivitasnya pun semakin beragam, tidak hanya sebatas belanja luring (offline) maupun belanja daring (online), tetapi juga menggabungkan keduanya dalam konsep omnichannel. Setiap era ritel ditandai oleh inovasi yang bersifat revolusioner, yang kemudian menjadi gagasan utama sekaligus pembeda pada masanya.
Lantas, bagaimana retail berevolusi pada setiap eranya?
Pada tahun 1925, mulai bermunculan supermarket lain dengan merek lain yang kompetitif satu sama lain seperti toko yang lebih besar, harga yang lebih murah, parking lot yang lebih banyak, dan lain sebagainya.
Dalam era ini, terdapat beberapa hal yang menjadi penting seperti gudang atau warehouse yang menjadi kunci dalam rantai pasok, harga yang semakin transparan, web traffic yang meningkat pesat, serta pemanfaatan big data untuk personalisasi konsumen. Strategi yang dipakai juga berubah, dengan retailers yang perlu mengutamakan growth terlebih dahulu sebelum berfokus pada profit, sehingga digital marketing menjadi penting untuk branding.
Era saat ini telah menunjukkan karakteristik Retail 5.0, yang ditandai oleh pemanfaatan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan machine learning untuk menyempurnakan layanan secara personalize kepada konsumen. Meski demikian, Indonesia masih berada dalam tahap transisi dari Retail 4.0 menuju 5.0, dengan proses adopsi teknologi yang berlangsung secara bertahap dalam aktivitas ritel. Dengan demikian, evolusi ritel dari 1.0 hingga 5.0 tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku konsumen dan strategi bisnis yang terus beradaptasi terhadap dinamika zaman.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://www.mckinsey.com/
https://intellias.com/retail-technology/