Menjelang Imlek, kawasan Pecinan Glodok di Jakarta Barat kembali menjadi magnet budaya dan wisata kuliner. Lampion merah dan emas mulai menghiasi sudut-sudut jalan, barongsai menari memeriahkan kerumunan pengunjung, sementara aroma makanan khas Tionghoa mulai merebak ke seluruh penjuru kawasan. Suasana itu bukan sekadar ritual budaya, tetapi menjadi tanda munculnya peluang ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menempati kios-kios, warung, dan pusat jajanan di kawasan tersebut.
Sebagai pecinan tertua di Indonesia, Glodok sarat akan peninggalan sejarah yang kini mulai berpadu dengan kehidupan modern. Toko pernak-pernik Imlek, pasar tradisional, pujasera kekinian, hingga tempat ibadah bersejarah seperti Wihara Kim Tek Yan (Wihara Dharma Bhakti) konsisten menjadi salah satu destinasi dalam perayaan Imlek yang tidak hanya mengundang pengunjung lokal, tetapi juga dari luar Jakarta. Ribuan wisatawan memadati kawasan Glodok setiap akhir pekan menuju Imlek, yang secara signifikan meningkatkan aktivitas perdagangan dan wisata kuliner.
Momentum Imlek tahun ini semakin menarik karena integrasi transportasi yang sedang dikembangkan, termasuk jalur MRT Fase 2A yang menghubungkan Glodok dengan pusat kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam kunjungan lapangan pada awal Februari 2026, menyatakan optimis bahwa setelah proyek transportasi tersebut rampung, arus pengunjung di kawasan Glodok dapat mencapai 2,5 juta orang per hari, khususnya pada masa puncak Imlek. Aksesibilitas yang lebih baik tidak hanya mempermudah mobilitas wisatawan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar, terlebih bagi pelaku UMKM kuliner, ritel, dan layanan akomodasi.
Selain itu, penataan kawasan Kota Tua yang masih dalam tahap pengerjaan diproyeksikan dapat menimbulkan spillover effect berupa peningkatan jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi di kawasan Glodok yang berada dalam radius satu kilometer. Perpaduan antara tradisi, sejarah, dan integrasi kawasan wisata menjadikan Glodok sebagai destinasi wisata budaya urban yang hidup sekaligus strategis bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Perayaan Imlek tahun ini bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum strategis yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kondisi ini memperkuat posisi Glodok sebagai pusat wisata, perdagangan, dan budaya di jantung Pecinan Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi transportasi dan penataan kawasan dapat bersinergi dengan perayaan budaya untuk mendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Penulis: Nareswari Dahayu
Sumber:
https://kfmap.asia/blog/kota-tua-kawasan-tod-terbaru-di-jakarta/4419
https://jakarta.tribunnews.com/
https://jakarta-tourism.go.id
https://jakartamrt.co.id/