Berburu Kuliner Jakarta Selatan: Di Tengah Kawasan Hunian

Friday, 6 February 2026

Jakarta Selatan kerap dikenal sebagai pusat perkantoran, hiburan, dan gaya hidup urban. Namun di balik gedung-gedung tinggi, apartemen, dan deretan kafe kekinian, kawasan ini menyimpan kekayaan lain yang tak kalah menarik, yaitu dunia kulinernya. Mulai dari tempat makan legendaris yang bertahan puluhan tahun hingga jajanan kaki lima yang ramai sampai larut malam, semuanya hidup berdampingan dengan perkembangan kawasan hunian dan komersial. Tak heran jika kawasan ini juga menjadi magnet wisatawan, di mana BPS DKI Jakarta mencatat Jakarta Selatan sebagai wilayah yang paling sering dikunjungi wisatawan nusantara pada triwulan IV 2025 dengan proporsi mencapai 27,8%.

Seiring berkembangnya kawasan hunian dan komersial, kedekatan antara hunian dan pusat kuliner juga memberi nilai tambah tersendiri bagi wilayah Jakarta Selatan. Tinggal di perumahan atau apartemen yang berada dekat dengan area kuliner membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis. Penghuni punya akses mudah ke berbagai pilihan makanan tanpa harus bepergian jauh.

Menariknya, berburu kuliner di Jakarta Selatan bukan sekadar urusan perut. Banyak tempat makan menyimpan cerita tentang resep turun-temurun dan perubahan gaya hidup kota. Saat malam tiba, kawasan ini justru semakin hidup. Aktivitas kerja yang padat dan mobilitas tinggi membuat kuliner malam jadi bagian dari keseharian warga, dari penghuni apartemen hingga pekerja kantoran. Tak heran jika warung, tenda kaki lima, hingga angkringan baru ramai saat malam tiba.

Salah satu ikon kuliner malam Jakarta Selatan tentu saja Blok M. Kawasan ini dikenal nyaris tak pernah tidur. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai pilihan makanan, mulai dari camilan ringan hingga menu berat. Gultik atau gulai tikungan menjadi simbol Blok M, gulai sapi berkuah kental dengan porsi kecil yang justru bikin ketagihan, apalagi disantap hangat di pinggir jalan.

Bergeser ke Tebet, suasananya terasa lebih santai dan bersahabat. Kawasan ini sering jadi rekomendasi untuk kuliner malam karena pilihannya beragam dan harganya relatif ramah di kantong. Mulai dari sate taichan, makanan berkuah, penyetan, hingga aneka makanan dengan sambal super pedas, semuanya mudah ditemukan dan selalu ramai pembeli.

Jika ingin pengalaman yang lebih urban dan beragam rasa, Kemang adalah jawabannya. Kawasan ini identik dengan hunian kelas menengah atas dan gaya hidup kosmopolitan. Kuliner malamnya pun mencerminkan itu, mulai dari masakan Nusantara seperti masakan Aceh, bakmi, hingga kuliner non-halal dan makanan tradisional, cocok untuk makan malam sambil menikmati suasana kota.

Sementara itu, Cipete menawarkan alternatif kuliner malam yang lebih tenang versi hunian. Kawasan ini belakangan populer sebagai tempat kulineran dengan suasana yang tidak terlalu hiruk-pikuk. Warung kaki lima hingga kedai sederhana menyajikan menu seperti bakmi, tongseng, sop iga, hingga olahan daging bebek yang menggugah selera.

Itulah sebabnya street food ikut membentuk wajah Jakarta Selatan. Kehadirannya yang dekat dengan hunian dan pusat aktivitas membuat area ini selalu hidup, baik siang maupun malam.

 

Penulis: Farah Septiawardahni

Sumber:

https://kfmap.asia/blog/bagaimana-tod-menghidupkan-kembali-blok-m-urban-hub-paling-hits-bagi-gen-z-jakarta-saat-ini/4470

https://www.antaranews.com/

https://food.detik.com/

https://blog.cove.id/

https://kaliandra-gardenvilla.com/

Share:
Back to Blogs