Mobilitas masyarakat yang saat ini masih mengandalkan kendaraan pribadi pasti membutuhkan pengisian bahan bakar sebagai penggerak mesin kendaraan. Tak hanya mobil dan motor, tetapi juga berbagai moda transportasi lain seperti transportasi publik mikro, bus, truk, bajaj, dll.
Dalam keseharian pengisian bahan bakar di pom bensin, pengemudi kerap memanfaatkan momen ini untuk beristirahat sejenak, membeli cemilan & minuman, menarik uang cash di mesin ATM, atau sekedar melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan.
Momen singgah ini kerap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ringan, yang pada akhirnya menjadikan pom bensin lebih dari sekadar tempat mengisi bahan bakar. Kehadiran retail di area pom bensin menjadi semakin relevan dan memiliki daya tarik tersendiri.
Bicara dari sisi bisnis, World Business Outlook mengemukakan bahwa, margin keuntungan dari retail yang terletak di pom bensin atau Non-Fuel Retail (NFR) memiliki nilai sebesar 30-35% dibandingkan margin BBM yang hanya mencapai 5-10% di Amerika Serikat.
Dengan mengadakan retail seperti convenience store/minimarket, coffeeshop, carwash, dan ruang komersial lainnya, maka dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak, pemilik dan peritel. Bagi pengelola pom bensin, kehadiran retail non-fuel berperan dalam mendukung dan meningkatkan traffic pengunjung, memperpanjang waktu singgah konsumen, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan SPBU agar lebih produktif dan multifungsi.
Bagi peritel, pengunjung SPBU merupakan basis konsumen dengan arus yang konsisten, sehingga tingkat eksposur, potensi kunjungan, dan peluang transaksi relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan retail yang berdiri sendiri.
Pom bensin di Indonesia, khususnya di pusat-pusat kota metropolitan, telah banyak dilengkapi dengan area ritel yang diisi oleh beragam aktivitas komersial.
Salah satu contoh adalah coffee shop terkenal yang memiliki naming right di salah satu stasiun MRT, yaitu TUKU. Selain itu, terdapat juga Alfamart, FamilyMart, Indomaret, Kopi Kenangan, Chigo, Martabak Orins, Chatime, Feel Matcha, dan lainnya.
Kehadiran tenant tersebut memperkuat daya tarik SPBU sebagai lokasi one-stop service, yang dilakukan bersamaan dengan pengisian bahan bakar dalam satu kali singgah.
Bergabung sebagai mitra Non-Fuel Retail (NFR) di pom bensin menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari lokasi yang strategis, fasilitas yang memadai, hingga skema kemitraan yang saling mendukung. Seiring meningkatnya integrasi retail di area SPBU, model kemitraan ini menjadi peluang yang relevan bagi pelaku usaha retail di tengah tingginya mobilitas perkotaan.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://www.bp.com/
https://katadata.co.id/
https://www.investopedia.com/
https://worldbusinessoutlook.com/