Dalam Press Conference Jakarta Property Highlights H1 2026, Knight Frank Indonesia bersama Knight Frank Asia Pacific menjelaskan bahwa subsektor ritel dalam bisnis properti kini turut merambah aspek berkelanjutan atau sustainability.
Director of ESG Knight Frank Asia Pacific, Jackie Cheung, menggarisbawahi bahwa aspek sustainability atau green dalam sektor ritel tidak hanya sebatas compliance, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman dengan pendekatan kolaboratif antarpemangku kepentingan, yaitu landlords, retailers, dan consumers.
Bagaimana kerja sama antara ketiga aktor tersebut?
Landlords sebagai operator ruang-ruang ritel, mulai melakukan pembaruan terhadap ritel eksisting maupun merencanakan ruang ritel baru dengan mengedepankan konsep green. Konsep tersebut dapat berupa pengembangan mixed-use, ruang yang terintegrasi dengan transportasi publik, ruang terbuka hijau, dan juga green-certified buildings.
Senior Manager Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menyampaikan bahwa total pasokan ritel di Jakarta dengan konsep green saat ini telah membayangi mal konvensional yang selama ini menjadi standar ritel di Jakarta. Pasokan terbesar, dengan luas lebih dari 1,6 juta meter persegi, berasal dari kategori integrated retail, yaitu ritel yang terintegrasi dengan fungsi lainnya seperti perkantoran, hotel, dan residensial.
Terdapat juga dua kategori lainnya, yaitu retail with green space dan green-certified retail. Kedua kategori tersebut mencatat tingkat okupansi yang lebih tinggi 6–10% dibandingkan dengan ritel secara keseluruhan. Retail with green space mulai banyak hadir setelah pandemi, dengan pasokan sekitar 74% dari stok ritel baru. Sementara itu, green certified mall masih sangat terbatas, yang ditandai dengan Central Market, Lippo Mall Puri, Lippo Mall Kemang, Gandaria City, Kota Kasablanka, dan Plaza Indonesia yang mulai hadir sejak tahun 2023.
Di sisi retailer, pemilihan ruang ritel juga mulai mempertimbangkan aspek sustainability agar sejalan dengan visi dan misi dari brand yang dibangun. Ruang ritel yang dicari antara lain gedung dengan sertifikasi hijau, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, serta infrastruktur pendukung seperti penerapan ekonomi sirkular.
Sementara itu, konsumen pada dasarnya memiliki willingness to sustainability action, yang direfleksikan dari partisipasi terhadap kebijakan no plastic bags yang telah diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia, serta beverage container return scheme yang diterapkan di Singapura.
Penerapan sustainability pada sektor ritel membutuhkan peran dari landlords, retailers, dan consumers. Ketiganya memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari penyediaan ruang dan infrastruktur hijau hingga pembentukan kebiasaan konsumsi dengan aksi yang lebih berkelanjutan, sehingga berdampak nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
Penulis: Jovan Rafkhansa
Sumber:
Press Conference Jakarta Property Highlight H1 2026
https://validnews.id/
https://swa.co.id/
https://www.medcom.id/