Di tengah perlambatan sejumlah sektor ekonomi, kinerja sektor logistik pada kuartal II 2026 tetap mencatatkan pertumbuhan yang positif dan menjadi salah satu penopang optimisme pasar properti industri di Indonesia.
Berdasarkan data BPS, lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh secara tahunan pada kuartal II tahun 2026, meski laju pertumbuhannya melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Perlambatan tersebut terutama dipicu oleh penurunan jumlah penumpang pesawat serta fluktuasi harga bahan bakar minyak yang turut menekan biaya operasional di subsektor transportasi.
Meski melambat, aktivitas logistik secara riil masih menunjukkan kekuatan. Ketua Bidang Perhubungan dan Logistik Apindo, Carmelita Hartoto, mengungkapkan bahwa pada Agustus 2026 arus peti kemas domestik tumbuh sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara arus barang ekspor dan impor meningkat 11%.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa permintaan terhadap jasa distribusi dan pergudangan masih terjaga, sekalipun angka pertumbuhan sektoral secara keseluruhan mengalami koreksi akibat tantangan di sisi transportasi penumpang.
Tren positif ini turut tercermin pada sisi properti industri. Berdasarkan Property Outlook Survey Knight Frank Indonesia yang dilakukan pada akhir 2025, disebutkan bahwa subsektor industri dan pergudangan diprediksi akan mencatatkan peningkatan kinerja pada tahun 2026.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menyebut subsektor ini akan menjadi motor utama pertumbuhan pasar properti nasional, ditandai dengan perubahan pola permintaan, tren keberlanjutan, dan fokus pada resiliensi jangka panjang. Jabodetabek, Bali, Surabaya, Semarang, dan Makassar disebut sebagai kawasan dengan prospek pertumbuhan properti paling menjanjikan sepanjang tahun ini.
Minat investor terhadap properti industri juga tetap tinggi. Knight Frank mencatat bahwa potensi relokasi industri dari Amerika Serikat dan Tiongkok membuka peluang bagi sektor properti industri dan pergudangan, dengan kawasan yang dibidik, di antaranya Karawang, Bekasi, Cibitung, Marunda, Subang, Batang, Gresik, dan Sidoarjo, mengalami peningkatan minat dari para investor.
Momentum tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan relokasi manufaktur di kawasan regional. Dengan permintaan gudang yang stabil dan proyeksi kinerja yang membaik, sektor logistik diperkirakan tetap menjadi salah satu pendorong utama pasar properti industri Indonesia ke depan, meskipun tantangan seperti daya beli masyarakat, harga lahan, dan biaya logistik masih perlu terus diantisipasi oleh para pelaku industri.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/kenali-istilah-dalam-transaksi-properti-logistik/3148
https://www.bps.go.id/
https://www.bisnis.com/
https://www.detik.com/
https://katadata.co.id/
https://indonesiahousing.id/