Mengenal Peran First Mile dan Last Mile pada Sektor Logistik

Friday, 15 May 2026

Pergerakan atau transportasi merupakan tulang punggung berbagai kegiatan di perkotaan, baik kegiatan ekonomi maupun sosial budaya. Sistem transportasi yang berlaku pada sistem pengantaran atau logistik umumnya mengenal peran first mile dan last mile

First mile dikenal dengan perjalanan dari tempat transit ke tempat tujuan, sementara last mile adalah sistem pengiriman/pergerakan dari titik pengumpulan/tempat transit menuju ke titik destinasi.

Logistik, dikenal sebagai kegiatan dengan alur proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran barang dan jasa dari sumber ke konsumen akhir.  Sektor logistik merupakan salah satu kegiatan yang terus tumbuh, baik dalam jaringan lokal, regional, maupun global, meski di tengah ketegangan global saat ini.

Di Greater Jakarta, perkembangan sektor logistik memberikan dampak signifikan terhadap sektor properti, diantaranya pergudangan dan kawasan industri. Tidak bisa dipungkiri bahwa sektor logistik terus tumbuh, di antaranya karena tumbuhnya e-commerce. Sementara itu, serapan lahan sektor logistik berkisar 4-5% di Greater Jakarta pada tahun 2025.

Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor e-commerce mulai tumbuh masif dengan peningkatan sekitar 17,08% (year-on-year), dengan nilai transaksi mencapai IDR 1.288,93 triliun pada 2024. Fakta ini menjadi salah satu pendorong utama tumbuhnya sektor logistik, terutama melalui peningkatan kebutuhan terhadap infrastruktur pergudangan, distribusi, serta layanan first-mile dan last-mile delivery

Di tengah peran logistik yang tumbuh saat ini, ada peran first mile dan last mile.

First Mile, merupakan tahap awal pengiriman/perjalanan barang, yaitu dari produsen menuju gudang atau pusat distribusi. Sebagai contoh, dapat dibayangkan sebuah pabrik sepatu yang mengirim produknya ke gudang besar. Proses pengiriman dari pabrik ke gudang inilah yang disebut first mile.

Selanjutnya, Last Mile merupakan tahap akhir dan paling krusial, yaitu pengiriman/pengantaran barang dari pusat distribusi atau toko langsung ke tangan konsumen. Ini adalah bagian yang paling dekat dengan konsumen, atau merupakan bagian akhir dari pengantaran/pengiriman, sehingga sering disebut last mile.

Peran first mile dan last mile dalam industri logistik adalah pencapaian efisiensi, dengan aplikasi teknologi yang mengoptimalkan rute pengiriman dan mengurangi biaya transportasi. Selain itu, teknologi juga digunakan untuk aplikasi pelacakan pengiriman untuk memberikan visibilitas kepada pelanggan dan mengoptimalkan rute pengiriman.

Berikut adalah faktor yang mendukung optimalisasi peran first mile, yaitu lokasi fulfillment center (gudang) yang dekat dengan sumber barang, kualitas infrastruktur, operasional gudang, integrasi teknologi, dan keandalan mitra logistik. Sementara itu, di antara faktor yang mendukung optimalisasi peran last mile adalah lokasi gudang yang dekat dengan area konsumen, aksesibilitas wilayah, dan teknologi pelacakan.

Pada akhirnya, pengalaman pelanggan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan first mile dan last mile dalam industri logistik.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber:

https://www.kompas.com/

https://bkperdag.kemendag.go.id/

https://www.selog.astra.co.id/

Share:
Back to Blogs