Layanan Drone dan LAE di Beberapa Kota Asia

Thursday, 2 April 2026

Low-altitude economy (LAE), kegiatan komersial berbasis ketinggian udara rendah (di bawah 1000 m di atas permukaan tanah) saat ini telah merebak di berbagai kota di dunia. China dan Amerika telah memiliki pengalaman terkait operasional konsep tersebut.

Namun, di Asia perkembangannya saat ini tidak kalah pesat. Seperti di Shenzhen, Singapura, Hongkong, Seoul, dsb. Shenzhen saat ini menjadi salah satu kota di Asia yang memiliki pengalaman unggul dalam praktek LAE

Beberapa contoh praktek LAE di Shenzhen diinisiasi oleh JD.com, Meituan, eVTOL oleh EHang Di China. LAE menggunakan drone telah dilakukan oleh retail e-commerce untuk makanan hingga farmasi. Dalam fase berikutnya EHang juga mempersiapkan eVTOL bukan hanya untuk logistik, tapi juga transportasi manusia.

Perjalanan panjang telah dilalui oleh Pemerintah Kota Shenzhen untuk mempersiapkan operasional LAE, diantaranya mempersiapkan regulasi untuk menetapkan jalur udara khusus dan sistem traffic management. Selain itu juga perlu dipersiapkan drone ports, atau minihub/logistik di gedung atau area publik untuk lokasi pemberhentian drone, yang layanannya akan hybrid dengan last-mile delivery oleh manusia dengan kendaraan untuk menuju konsumen.

Yang paling utama adalah ekosistem industri telah dipersiapkan untuk melakukan produksi drone, mulai dari mempersiapkan manufaktur dan software. Termasuk pembinaan operator dan diskusi yang dilakukan antara produsen drone dengan Pemerintah sebagai regulator.

Sementara di Singapura, praktik LAE dengan drone juga telah dilakukan, meski masih terbatas saat ini.  Misalnya saja digunakan layanan drone untuk infrastruktur dan industri, secara spesifik untuk inspeksi gedung dan konstruksi, monitoring jalan dan traffic, inspeksi pelabuhan dan kapal, dan monitoring jaringan listrik. Selain itu, layanan drone juga berlaku untuk layanan publik, seperti emergency response, monitoring kerumunan dalam event besar dan monitoring lingkungan.

Saat ini, Pemerintah Singapura tengah mempersiapkan sistem bernama Unmanned Traffic Management (UTM) yang berfungsi memantau tracking drone secara real time, approval flight, dan mencegah penumpukan pada salah satu jalur.

Di Indonesia saat ini berada pada fase early stage adoption untuk praktek LAE, yang telah berlangsung di beberapa sektor. Namun untuk menuju pada tingkat layanan berikutnya, perlu dibangun ekosistem yang lebih kuat, dengan detail regulasi yang menjawab kebutuhan dari permintaan pasar. Secara umum, saat ini, permintaan yang cukup progresif datang dari sektor industri, pergudangan, infrastruktur termasuk perkebunan.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/sekilas-tentang-low-altitude-economy/4789

https://apac.knightfrank.com/horizon/content/asia-pacific-real-estate-2026-hunting-for-value-amid-volatility

https://madeinchinajournal.com/

https://www.lemtek-ui.com/

Share:
Back to Blogs