Green Property: Lebih dari Sekadar Bangunan Hijau

Friday, 4 September 2026

Akhir-akhir ini, aspek ESG (Environment, Social, and Governance) dalam properti diumpamakan sebagai dua sisi mata uang, memiliki hubungan yang erat dan semakin tidak bisa dipisahkan. Tren ini tidak hanya terlihat pada sektor perkantoran, tetapi juga ritel, industri, hingga residensial.

Sekilas mengenai green property di Jakarta, green office building telah memenuhi area CBD Jakarta sekitar 37% dari keseluruhan pasokan. Green office memiliki keterisian yang lebih tinggi 2–4% daripada ruang kantor pada umumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tenant, khususnya MNC (Multinational Companies) yang memiliki komitmen kuat terhadap ESG, semakin memprioritaskan kantor dengan sertifikasi hijau.

Selain perkantoran, ritel juga telah memasuki tren sustainability, yang ditandai dengan pertumbuhan konsep green retail seperti mal yang terintegrasi (mixed-use), konsep retail with green open space, dan tentu saja green-certified mall.

Retail with green space semakin memenuhi pasar ritel sejak pandemi berakhir, ditandai dengan 74% stok ritel baru di Jakarta dengan green open space. Sementara itu, konsep green certified mall juga mulai berkembang, baik di Jakarta (Central Market, Plaza Indonesia, Gandaria City, dll.) maupun di luar Jakarta (The Park Sawangan, AEON MALL Deltamas, Jakarta Premium Outlet, dll.) 

Konsep smart eco industrial park juga mulai berkembang sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan pada sektor industri di Indonesia. Pada fase pertama, terdapat tiga kawasan industri yang sudah menerapkan konsep ini, yaitu MM2100, Batamindo, dan KICC. Adaptasi konsep ini memberikan dampak riil seperti penurunan emisi karbon, peningkatan investasi, serta penghematan utilitas.

Green property tidak hanya mencakup efisiensi energi, ruang terbuka hijau, atau pengelolaan air dan limbah, tetapi juga merupakan suatu sistem yang melibatkan berbagai aktor di dalamnya. Karena itu, kolaborasi antara pengguna ruang, pemilik ruang, serta pengelola infrastruktur pendukung perlu diselaraskan.

Salah satu best practice dari green property di antaranya berasal dari Singapura, yaitu Kampung Admiralty. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 0,9 ha dengan luas pengembangan mencapai sekitar 32 ribu meter persegi. Dikembangkan oleh Housing & Development Board (HDB) Singapura dengan nilai investasi sebesar S$150 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Kampung Admiralty memadukan hunian bagi lansia dengan ritel yang ditandai dengan hawker centre dan tenant F&B, ruang berkumpul, pusat kesehatan, dan childcare centre. Selain itu, bangunan ini juga telah terintegrasi dengan transportasi publik (MRT; Admiralty MRT Station) yang mendorong perannya sebagai one-stop community hub.

Kampung Admiralty didukung oleh berbagai infrastruktur hijau melalui penerapan biophilic design. Sekitar 53% dari luas tapaknya dialokasikan sebagai area hijau, yang terdiri dari rooftop terraces, community gardens, rain gardens, water features, hingga community farm. Sistem rainwater harvesting dan water recycling turut menghemat hingga 4,1 juta liter air keran per tahun, sementara panel juga dimanfaatkan untuk pencahayaan area publik.

Atas berbagai penerapan tersebut, Kampung Admiralty memperoleh sertifikasi Green Mark Platinum, tingkat sertifikasi tertinggi dalam skema green building Singapura. Di samping itu, aktor lainnya, yakni pengguna ruang, memiliki berbagai macam aktivitas yang tidak dibatasi oleh umur seperti berkebun di rooftop farm, olahraga/senam di plaza, bermain di playground, dan lain sebagainya.

Dalam penerapannya, green property perlu dilihat secara helicopter view untuk membentuk sistem “hijau” yang terintegrasi. Pendekatan ini penting untuk memastikan keberlanjutan yang diterapkan secara multidimensi, sekaligus meminimalkan potensi greenwashing

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818

https://kfmap.asia/research/jakarta-cbd-office-market-overview-2h-2025/4731

https://kfmap.asia/research/industrial-market-overview-2h-2025/4798

https://knowledgehub.clc.gov.sg/

https://knowledge.csc.gov.sg/

https://knowledge.uli.org/

Share:
Back to Blogs