Ekspansi Stasiun MRT Bundaran HI: Transformasi Ruang Bawah Tanah menjadi Area Komersial

Friday, 12 June 2026

Kawasan pusat bisnis Jakarta kembali bersiap menyambut transformasi ruang transportasi. PT MRT Jakarta saat ini tengah mengeksekusi proyek pembangunan extended concourse atau perluasan ruang multifungsi bawah tanah di Stasiun MRT Bundaran HI. Melibatkan kontraktor PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai BUMN konstruksi dalam pengerjaannya, proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas daya tampung penumpang dan integrasi transportasi publik di pusat Kota Jakarta, sejalan dengan pengembangan jaringan MRT Jakarta Fase 2 rute Bundaran HI-Monas

Proyek milik PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) ini telah mulai dikerjakan sejak 23 Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada 18 Juni 2027, dengan nilai kontrak sebesar Rp148,2 miliar.

Berdasarkan rencana pengembangan yang dikeluarkan oleh kontraktor, area hasil perluasan akan menghadirkan konektivitas pejalan kaki yang mulus antarmoda transportasi. Extended concourse diproyeksikan akan terhubung langsung dengan Halte Transjakarta Bundaran HI, menciptakan integrasi perpindahan penumpang yang lebih aman dan efisien. Lebih dari itu, jalur pejalan kaki bawah tanah ini juga dirancang untuk membuka akses langsung menuju sejumlah pusat perbelanjaan premium di sekitarnya, termasuk Plaza Indonesia. Kemudahan aksesibilitas ini merupakan wujud nyata dari pematangan konsep Transit Oriented Development di jantung perekonomian ibu kota yang terus berkembang.

Proyek extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI diproyeksikan memberi stimulus positif bagi sektor komersial, khususnya ritel. Area concourse yang diperluas akan dioptimalkan menjadi ruang ritel yang menyerupai konsep pusat perbelanjaan bawah tanah pada stasiun kereta di negara maju. Kehadiran ruang ritel baru di simpul transit ini menawarkan potensi nilai aset komersial yang tinggi. Bagi para pelaku usaha ritel, ketersediaan ruang di area ini memberikan kepastian tingkat kunjungan pejalan kaki (foot traffic) yang masif dan konsisten dari puluhan ribu komuter setiap harinya.

Meskipun menjanjikan potensi bisnis yang besar, pengoperasian ruang komersial di bawah tanah membawa tantangan operasional yang spesifik bagi para pemangku kepentingan. Kesuksesan integrasi kawasan bawah tanah ini sangat bergantung pada strategi pengelola stasiun yang dituntut untuk memastikan infrastruktur pendukung agar tetap prima, mulai dari sirkulasi udara dalam sistem tata udara (HVAC) yang optimal, ketersediaan jalur evakuasi darurat, hingga sistem pencahayaan yang mendukung kenyamanan pengunjung. Selain itu, penentuan komposisi penyewa ritel (tenant mix) harus dilakukan secara tepat agar layanan yang diberikan selaras dengan mobilitas komuter yang bergerak serba cepat.

Pada akhirnya, perluasan Stasiun MRT Bundaran HI melampaui fungsi sebagai fasilitas perpindahan penumpang. Integrasi ini merupakan sebuah langkah pesat dalam optimalisasi aset yang mampu mendongkrak daya tarik properti komersial. Keberhasilan proyek perluasan ruang bawah tanah ini kelak akan menjadi standar baru bagi pengembangan infrastruktur yang mendukung efisiensi pergerakan masyarakat.

 

Penulis : Mu’amar Khadafi

Sumber : 

https://www.antaranews.com/

https://www.kompas.com/properti/

https://megapolitan.kompas.com/

https://www.wika.co.id/

Share:
Back to Blogs