Hiruk-pikuk stasiun setiap pagi dan sore hari bukan sekadar pemandangan rutinitas warga, melainkan sebuah panggung berputarnya roda ekonomi yang kencang. Di balik padatnya jadwal keberangkatan, muncul sebuah ekosistem yang lahir dari tingginya kebutuhan akan aksesibilitas. Fenomena menjamurnya lahan parkir motor swadaya di sekitar area stasiun menjadi respons alami masyarakat terhadap tantangan pergerakan first-mile dan last-mile bagi para penumpang yang bermukim cukup jauh dari simpul transportasi kereta api ini.
Lahan-lahan yang berbatasan langsung dengan kawasan stasiun kini berubah menjadi pusat ekonomi yang produktif. Bisnis penitipan motor, baik harian maupun inap 24 jam, menawarkan solusi praktis dan aman bagi ribuan pekerja setiap harinya. Perputaran nilai transaksi dari retribusi parkir mandiri ini tidak bisa dipandang sebelah mata dengan pendapatan sebesar Rp600 ribu per hari (berdasarkan data dari salah satu media terbesar di Indonesia), menjadikannya sebagai salah satu faktor penyebab warga sekitar memanfaatkan ruang yang mereka miliki.
Lebih menariknya lagi, kehadiran kantong parkir ini tidak berdiri sendiri. Ia memicu efek berganda yang menghidupkan ekosistem komersial di sekitarnya. Warung kopi (warkop), lapak penjual sarapan, hingga lapak pedagang kaki lima tumbuh subur berdampingan dengan area penitipan kendaraan. Ruang-ruang ini menjadi titik singgah ideal bagi para komuter untuk sekadar menyeruput kopi hangat dan berbincang sebelum memulai perjalanan, atau melepas penat sejenak usai berdesakan di dalam gerbong kereta.
Geliat ekonomi yang digerakkan para komuter ini memberikan sinyal kuat mengenai tingginya permintaan terhadap kawasan komersial di titik-titik transit. Keberadaan parkir swadaya dan pedagang kaki lima mengisi ruang kosong yang sering kali belum sepenuhnya terakomodasi oleh pengembangan kawasan berorientasi transit.
Dapat dikatakan bahwa hunian dan kegiatan komersial yang memiliki konektivitas langsung ke stasiun memiliki daya tarik yang luar biasa, dengan peningkatan nilai tanah yang semakin dekat dengan stasiun.
Pada akhirnya, pemahaman yang mendalam mengenai pola pergerakan masyarakat dan ekosistem ekonomi di sekitarnya merupakan salah satu cara dalam merancang dan mengelola pengembangan sebuah kawasan. Keberadaan warkop dan parkiran motor adalah bukti nyata dari denyut nadi komersial yang tidak pernah mati.
Penulis : Mu’amar Khadafi
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/transit-oriented-development-tod-strategi-pembangunan-memicu-peningkatan-harga-tanah/3471
https://kumparan.com/
https://www.megapolitan.kompas.com/
https://www.motorplus-online.com/