PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memperluas area penghubung ke Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta yang akan mulai dibangun tahun ini. Pembangunan tersebut mencakup penambahan akses yang menghubungkan Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta dengan bangunan publik di sekitarnya seperti Mal Grand Indonesia, Hotel Kempinski, Hotel Pullman, Grand Hyatt, dan Wisma Nusantara. Pembangunan ini dinamakan Proyek Extended Concourse.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap bahwa pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan integrasi transportasi publik dan memberikan kemudahan akses bagi pejalan kaki di pusat kota. Fasilitas ini diprediksi sudah dapat digunakan oleh publik pada awal tahun 2027.
Dalam gambaran rencana yang diunggah oleh PT MRT Jakarta, rencana pembangunan akses bawah tanah ini akan dilengkapi dengan perluasan ruang, penambahan titik akses baru berupa lift dan entrance bawah tanah tambahan, serta terowongan penghubung ke bangunan mitra. Inisiasi pembangunan ini ditandai oleh penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembangunan Bangunan dan Fasilitas Interkoneksi Thamrin Nine UOB - Stasiun Dukuh Atas BNI.
Proyek Extended Concourse ini akan memberikan peningkatan aksesibilitas terutama bagi pejalan kaki untuk mengakses simpul-simpul transportasi dan bangunan publik di Jakarta. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang bisnis dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan mobilitas di kawasan Bundaran HI. Integrasi layanan transportasi dan properti komersial akan meningkatkan nilai properti hingga 20-30% dalam jangka waktu 5 tahun
Pembangunan ini menjadi bukti dari komitmen PT MRT Jakarta untuk memberikan kualitas pelayanan tinggi dan kenyamanan bagi pelanggan untuk dapat merasakan pengalaman transit yang lebih terintegrasi dan modern di pusat Kota Jakarta.
Bahkan, selain Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, seluruh stasiun MRT lain juga diketahui sudah dirancang untuk dapat terkoneksi dengan bangunan publik di sekitarnya, seperti Plaza BII, Sinarmas Land, Wisma Kosgoro, Plaza Indonesia, Wisma Nusantara, Pullman Hotel, hingga Hotel Mandarin Oriental dan Grand Indonesia.
Koneksi bawah tanah, tidak hanya mencerminkan peningkatan aksesibilitas, tetapi juga optimalisasi ruang bawah tanah untuk kegiatan komersial. Pengelolaan yang berkeadilan dan produktif akan membawa fungsi dan pemanfaatan ruang bawah tanah lebih baik.
Penulis: Pangripta Rahma
Sumber:
https://www.asatunews.co.id/
https://www.goodnewsfromindonesia.id/
https://finance.detik.com/
https://beritapusat.co.id/