Efek AI terhadap Industri Gadget dan Elektronik

Friday, 10 July 2026

Pada era digital ini, penggunaan Artificial Intelligence (AI) semakin marak. Mulai dari kehidupan sehari-hari, kegiatan akademik, aktivitas korporasi, hingga operasional bisnis perusahaan, AI semakin mendominasi berbagai aktivitas untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Pertumbuhan AI linier dengan pertumbuhan data center yang berfungsi sebagai tulang punggung operasional dan perkembangan kecerdasan buatan. Secara global, Knight Frank mencatat bahwa live IT capacity atau kapasitas daya IT yang aktif beroperasi dan tersedia untuk data center telah mencapai 55 ribu MW. 

Knight Frank Indonesia juga mencatat bahwa data center di Greater Jakarta telah menyerap sekitar 190 ha lahan industri selama tiga tahun terakhir, sektor serapan terbesar kedua setelah otomotif (EV-related) dengan total serapan 226 ha.

Di balik pertumbuhannya, data center memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan seperti penggunaan energi yang masif, pemborosan air bersih, tingginya emisi karbon, serta produksi limbah elektronik. Maka dari itu, green data center menjadi sebuah tren untuk tetap menjaga pembangunan berkelanjutan pada era digital ini.

Selain dampak lingkungan, kini pertumbuhan AI dan data center juga mulai mempengaruhi sektor industri dan sektor retail, khususnya industri elektronik. Salah satu komponen yang terdampak adalah memory chip, yang menjadi komponen utama dalam infrastruktur data center. Permintaan yang melonjak akibat ekspansi AI menyebabkan memory chip mengalami shortage karena kapasitas produksi belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar.

Di sisi lain, pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan investasi yang sangat besar serta waktu pembangunan sekitar tiga hingga lima tahun. Oleh karena itu, kondisi keterbatasan pasokan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tahun 2027.

Perangkat digital saat ini menjadi salah satu mata dagang yang tergolong aktif transaksinya. Refleksi dari tren lipstick effect juga terlihat dalam upaya masyarakat memenuhi kebutuhan perangkat digitalnya, ketika masyarakat memprioritaskan pembelian barang yang relatif terjangkau (affordable luxury) seperti smartphone dan gadget dibandingkan melakukan pembelian aset bernilai besar seperti rumah atau mobil.

Pada akhirnya, respons pasar yang terlihat saat ini masih mencerminkan respons jangka pendek terhadap fenomena yang sedang berlangsung, tentu dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. Dalam jangka panjang, arah perkembangannya akan sangat bergantung pada langkah yang diambil oleh para pemangku kepentingan untuk memperbaiki dan mendorong stimulus yang positif terhadap pembangunan nasional.

 

Penulis: Jovan Rafkhansa

Sumber: 

https://kfmap.asia/blog/apakah-benar-penggunaan-ai-dapat-mendorong-pertumbuhan-sektor-properti/4530

https://kfmap.asia/research/industrial-market-overview-2h-2025/4798

https://www.knightfrank.co.uk/site-assets/research/report-pdfs/data-centres/data-centres-global-forecast-report-2025.pdf

https://internasional.kontan.co.id/

https://www.investing.com/

https://techcrunch.com/

https://gs.statcounter.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://theconversation.com/

Share:
Back to Blogs