Pasar properti industri di Greater Jakarta saat ini menunjukkan performa yang stabil, terus tumbuh, dan tetap positif di tengah kondisi penyesuaian rantai pasok regional dan geopolitik global yang tidak pasti.
Permintaan lahan industri saat ini masih ditopang, di antaranya oleh sektor logistik dan manufaktur, seiring tren relokasi dan diversifikasi produksi di Asia, dan menguatnya strategi China Plus One maupun China Plus Many.
Di tahun 2025, serapan lahan industri didominasi oleh beberapa sektor unggulan, yaitu EV-related, manufaktur, dan konstruksi. Memang agak berbeda dengan pola serapan yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, yang menunjukkan data center sebagai sektor unggulan, mendampingi EV-related.
Namun, dinamika sektor industri berjalan cepat, dan mengikuti tren dan pola rantai operasional yang bergulir dalam ranah global, termasuk dalam memenuhi kebutuhan konsumen lokal. Para pengembang dan pengelola kawasan industri perlu adaptif, cepat, dan tepat dalam menyediakan lahan dan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan occupier.
Perubahan tidak hanya terjadi pada sektor yang mendominasi serapan lahan di Greater Jakarta, tetapi juga pada submarket unggulan. Setelah merajai pasar dalam 3-5 tahun terakhir ini, koridor Timur, pada tahun 2025 harus mengakui keunggulan penjualan lahan di submarket Serang-Cilegon yang berada di koridor Barat, terdeteksi menggeliat dengan kuat di tahun 2025.
Bukan tanpa strategi, dengan dominasi serapan saat ini di Koridor Barat pada sektor konstruksi (heavy equipment), manufaktur, FMCG, EV-related dan tekstil. Beberapa pengembang di submarket Serang-Cilegon melakukan berbagai pendekatan, diantaranya sebagai berikut:
Strategi tersebut didukung oleh UMR (Upah Minimum Regional) di wilayah tersebut yang kompetitif dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Pada faktanya, optimisme transaksi yang terjadi pada tahun 2025 menjadi lembaran bagi koridor Barat (Serang-Cilegon) menunjukkan performa unggul, agresif, menggeliat dan mendominasi serapan lahan di Greater Jakarta. Performa ini perlu terus dipertahankan, sehingga daya kompetisi antar koridor industri di Greater Jakarta menjadikan produktivitas industri nasional lebih tinggi, dan pada akhirnya membawa efek limpasan kepada perbaikan kondisi perekonomian nasional.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://kfmap.asia/research/industrial-market-overview-1h-2025/4369
https://kfmap.asia/blog/sekilas-tentang-koridor-barat-greater-jakarta/4689