Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 19 Juli menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah turnamen, melibatkan 48 negara peserta dengan total 104 pertandingan. Meski diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, euforianya terasa kuat di Indonesia melalui tradisi nonton bareng (nobar). Sejumlah destinasi hospitality dari Samosir, Jakarta, hingga Bali menghadirkan program nobar dengan berbagai penawaran khusus, sementara TVRI sebagai pemegang lisensi resmi FIFA, membuka skema perizinan nobar bagi mal, kafe, restoran, dan hotel di seluruh Indonesia.
Piala Dunia ini menunjukkan fenomena yang berdampak terhadap transformasi ritel, ketika nilai jual transaksi barang semakin bergeser ke kanal daring, ruang ritel fisik bertumpu pada pengalaman, mulai dari konsep lifestyle mall yang berfokus pada F&B dan hiburan hingga atraksi ikonik yang mengundang kunjungan. Sementara itu, nobar adalah salah satu bentuk pengalaman kolektif yang paling otentik, sesuatu yang tidak dapat dirasakan ataupun direplikasi di layar pribadi rumah, sebab nilai utamanya justru ada pada atmosfer kebersamaan yang hanya tercipta di ruang bersama tersebut.
Sektor F&B menjadi penerima manfaat terbesar. Format ritel seperti alfresco dining yang menjamur di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir sangat sesuai dengan kebutuhan nobar, dengan ruang semi terbuka berkapasitas fleksibel yang selama ini telah menjadi titik kumpul bagi komunitas hobi. Bagi hotel, program nobar menjadi strategi untuk mendorong trafik F&B dan okupansi, sekaligus membangun keterikatan dengan pasar domestik. Momentum ini sejalan dengan temuan Property Outlook Survey Knight Frank Indonesia yang menempatkan transformasi ritel sebagai katalis trafik konsumen, dengan gaya hidup, F&B, dan pariwisata sebagai sektor berdaya ungkit positif bagi properti 2026.
New York, menceritakan pengalaman ritel yang memberikan perspektif menarik. Bisnis sports retail area menunjukkan performa yang melonjak 85 persen hingga hampir dua kali lipat pada match day. Namun, kinerja hotel justru meleset dari proyeksi. Berbeda halnya dengan pelajaran dari Piala Dunia Qatar 2022, ketika perhelatan serupa mendorong pembangunan masif hotel, hunian, hingga sembilan mal baru sebagai bagian dari strategi properti jangka panjang tuan rumah.
Penulis : Zahraan Fauza Ardilla
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/melihat-perhelatan-piala-dunia-qatar-dari-sektor-properti/2340
https://kfmap.asia/blog/alfresco-dining-retail-model-ritel-yang-menjamur-saat-ini/3083
https://www.antaranews.com/
https://gothamist.com/
https://pialadunia.tvrinews.com/
https://wartamandailing.com/