Batam Sebagai Favourite Destination Di Mata Turis Singapura dan Malaysia

Friday, 18 September 2026

Batam, terkenal dengan sektor industri, didukung oleh letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta dukungan pemerintah dalam kemudahan berinvestasi di Greater Batam, terlebih dengan label FTZ (free trade zone) yang dimiliki.

Dari keunggulan tersebut, Batam berkembang menjadi salah satu kota industri dengan fokus pada manufaktur dan industri high-tech yang menciptakan spillover effect, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ritel, hospitality, leisure, peremajaan infrastruktur, hingga peningkatan housing demand. 

Perkembangan tersebut juga semakin memperkuat potensi Batam sebagai destinasi wisata, khususnya bagi wisatawan dari negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia.

Menurut data BPS dan Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Batam setiap bulannya mencapai lebih dari 130 ribu jiwa selama dua tahun terakhir, bahkan pada peak season seperti bulan Desember dapat mencapai 190 ribu jiwa.

Di antara wisatawan asing yang berkunjung ke Batam, turis asal Singapura dan Malaysia konsisten menjadi dua negara asal utama. Wisatawan asal Singapura dapat mencapai lebih dari 50 ribu jiwa dan wisatawan asal Malaysia dapat mencapai lebih dari 30 ribu jiwa setiap bulannya.

Untuk menuju Batam, terdapat jalur udara yang ditandai oleh eksistensi Hang Nadim International Airport dan jalur laut yang ditandai oleh eksistensi Pelabuhan Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, dan juga Nongsa Pura. Lebih dari 90% wisatawan asal Singapura dan Malaysia menggunakan jalur laut untuk mengunjungi Batam.

Jalur laut menjadi jalur yang diminati oleh wisatawan karena memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan dengan jalur udara. Perjalanan laut menuju Batam hanya menghabiskan waktu sekitar 30-60 menit dengan biaya sekitar Rp300-500 ribu dalam sekali perjalanan, sedangkan perjalanan udara memiliki harga yang lebih mahal, yaitu sekitar Rp2-3 juta.

Bicara soal affordability, Batam kerap dianggap sebagai destinasi yang budget-friendly dan menjadi pilihan short getaway bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang ingin sejenak keluar dari hiruk-pikuk perkotaan tanpa harus bepergian terlalu jauh.

Selain Batam, wisatawan juga menjadikan Bintan sebagai pilihan destinasi wisata. Berada di provinsi dan kawasan aglomerasi yang sama, Bintan lebih dikenal dengan wisata bahari yang didukung oleh resor, pantai, dan lapangan golf. Sementara itu, Batam lebih banyak menawarkan wisata belanja dan kuliner, mulai dari barang dan jasa seperti spa hingga hidangan seafood.

Data BPS dan Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa wisatawan asal Singapura dan Malaysia menghabiskan rata-rata sekitar US$600 atau setara dengan Rp10 juta per kunjungan ke Indonesia.

Jika dikerucutkan dalam lingkup Batam, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ardiwinata, mengatakan bahwa pengeluaran wisatawan dari negara tetangga dapat mencapai 4-6 juta per kunjungan atau setara dengan UMR kota tersebut.

Pariwisata yang awalnya berkembang sebagai spillover effect dari kuatnya sektor industri Batam, turut memberikan dampak terhadap perekonomian lokal, khususnya sektor ritel yang didorong oleh belanja wisatawan. Karena itu, peningkatan kualitas dan daya tarik wisata di Batam menjadi penting untuk memperluas mesin pertumbuhan ekonomi, di luar aktivitas manufaktur dan industri berteknologi tinggi.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber :
https://jumppy.com.sg/
https://batam.go.id/

https://www.you.co/

https://www.indonesia.travel/

https://www.antaranews.com/

https://disbudpar.batam.go.id/

https://batamkota.bps.go.id/

https://kemenpar.go.id/

Share:
Back to Blogs