Batam di Tengah Ekspansi Ekonomi Regional: Memperkuat Sektor Industri

Friday, 11 September 2026

Kemunculan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) sering dibaca sebagai tantangan bagi daya saing Batam. Namun, BP Batam justru melihatnya sebagai peluang untuk membangun komplementaritas, bukan kompetisi.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut Singapura kuat sebagai pusat HQ (Headquarters) dan layanan jasa pada tataran global; Johor menawarkan perluasan kapasitas lahan; sementara Batam memiliki karakteristik unik, dengan  status Free Trade Zone/Special Economic Zone (FTZ/SEZ), ekosistem industri dan manufaktur yang matang, serta kedekatannya dengan Singapura, menjadikan Batam pilihan yang patut diperhitungkan.

Dalam visinya, BP Batam menempatkan wilayah Batam sebagai bagian dari regional digital and industrial corridor yang terintegrasi dengan Singapura dan Johor.

Sejalan dengan itu, realisasi investasi di Batam sepanjang tahun 2025 mencapai Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76%, bahkan lebih tinggi dari rerata pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor jasa, yang mencakup digitalisasi, menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp9,99 triliun, disusul sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan listrik senilai Rp6,08 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp5,80 triliun. Angka-angka ini mencerminkan derasnya minat investor lintas sektor terhadap ekosistem industri di Batam.

Dari sisi properti, Knight Frank Indonesia mencatat Batam sebagai salah satu kota dengan jumlah kawasan industri terbanyak di Indonesia, yakni 25 kawasan dengan luas total 2.002 hektare dan lebih dari 1.300 perusahaan yang beroperasi di dalamnya.

Arus investasi di Batam saat ini sangat bergantung pada aktivitas industri, termasuk kegiatan logistik dan mobilitas masyarakat, sehingga peningkatan konektivitas intrawilayah menjadi faktor penting bagi kelanjutan pertumbuhan tersebut.

Kondisi ini memperkuat kematangan sektor industri, terutama dengan hadirnya ekspansi ekonomi digital. Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park mencatat realisasi investasi sektor digital sebesar Rp8,557 triliun pada 2025, dengan minat lintas negara dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, hingga Malaysia.

Kombinasi antara ekosistem industri manufaktur yang matang dan pertumbuhan sektor digital saat ini menjadikan Batam memiliki daya tawar yang tinggi. Bukan sekadar penyangga Singapura dan Johor, melainkan simpul dari rantai ekonomi regional yang menawarkan peluang baru bagi pengembang dan investor industri di Indonesia.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/rencana-peningkatan-konektivitas-intrawilayah-di-batam/5216

https://kfmap.asia/blog/performa-kawasan-industri-di-berbagai-wilayah-indonesia-sepanjang-tahun-2024/4012

https://bpbatam.go.id/

https://www.infokepri.com/

https://www.antaranews.com/

https://ptsp.bpbatam.go.id/

Share:
Back to Blogs