Investasi data center di Batam kini menembus lebih dari Rp120 triliun, tersebar pada sembilan proyek yang beroperasi maupun sedang dibangun di Kepulauan Riau, dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park sebagai episentrumnya. Angka ini sekitar tiga kali lipat dari target investasi total KEK tersebut saat pertama kali ditetapkan.
Nongsa Digital Park semula dirancang sebagai KEK digital serbaguna. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2021, kawasan ini ditargetkan membawa investasi Rp39,9 triliun hingga 2040, mencakup startup, pendidikan TI, animasi-perfilman, dan data center sebagai salah satu komponen.
Namun, kini satu proyek AI Data Center saja—milik EGSB/Range IDC di Teluk Mata Ikan telah berkomitmen untuk berinvestasi hingga Rp88 triliun, lebih dari dua kali lipat dari target awal seluruh kawasan.
Pergeseran ini berdampak langsung pada penggunaan lahan dan infrastruktur digital pendukungnya. PLN Batam telah menandatangani PJBTL data center terbesar di Indonesia sebesar 511 MVA, setara dengan sekitar 450 MW, untuk mendukung ekspansi DayOne di kawasan Kabil hingga 2027. Kesepakatan ini dilengkapi dengan rencana penambahan pembangkit 300 MW dan PLTS terapung 200 MWp. Dari sisi tenaga kerja, proyek ini menyerap 836 orang pada triwulan IV 2025, sementara proyek AI Data Center terbesar diperkirakan membutuhkan 700-800 tenaga profesional saat beroperasi penuh pada 2030.
Knight Frank Indonesia dalam Property Outlook Survey 2026 mencatat sektor industri dan pergudangan tetap menjadi motor utama pasar properti nasional, dengan pengembangan green data center sebagai salah satu tren yang menguat.
Sementara itu, dalam Data Centre Atlas 2026, Knight Frank turut mencatat bahwa Asia Tenggara berkembang pesat sebagai lokasi data center global, didorong oleh biaya kompetitif dan ekspansi hyperscale, meski risiko keterbatasan infrastruktur dan kelebihan pasokan tetap perlu diwaspadai.
Kebutuhan tenaga kerja konstruksi dan operasional data center yang terus bertambah berpotensi mendorong permintaan akan hospitality dan apartemen sewa di sekitar Nongsa. Laporan media lokal mencatat mulai tumbuhnya hotel, restoran, transportasi, hingga apartemen sewa di kawasan tersebut seiring geliat investasi digital.
Dengan skala investasi yang kini jauh melampaui rencana awal KEK, arah pengembangan Nongsa praktis lebih ditentukan oleh kebutuhan data center dibandingkan dengan konsep multiguna semula. Bila realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja berjalan sesuai proyeksi hingga tahun 2030, pergeseran ini berpotensi memperkuat permintaan properti industri dan komersial di Batam, sekaligus menopang hospitality dan hunian sewa di sekitar kawasan yang sebelumnya bukan pusat perhatian investor.
Penulis: Junilla Tristanti
Sumber:
https://kfmap.asia/blog/pengembangan-nongsa-digital-park-langkah-indonesia-menghadapi-industri-teknologi/2604
https://kfmap.asia/research/data-centre-atlas-2026/5191
https://www.antaranews.com/
https://ulasan.co/
https://sulteng.antaranews.com/
https://metropolis.batampos.co.id/
https://ekon.go.id/
https://web.pln.co.id/
https://nasional.kompas.com/
https://gokepri.com/
https://www.propertynbank.com/