Work From Mall (WFM) merupakan konsep kerja fleksibel yang didorong oleh pemerintah sebagai bagian dari pendekatan Work From Anywhere (WFA), pusat perbelanjaan diposisikan tidak hanya sebagai tempat belanja dan rekreasi, tetapi juga sebagai ruang kerja alternatif yang mendukung produktivitas.
Mall dinilai memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, mulai dari konektivitas internet, ketersediaan listrik, area duduk yang nyaman, hingga fasilitas penunjang berupa ritel, seperti kafe dan restoran. Dengan demikian, mall dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bekerja oleh berbagai kelompok, termasuk karyawan swasta, pekerja ekonomi digital, freelancer, serta ASN.
Dari sisi kebijakan, WFM dirancang untuk merespons perubahan pola kerja pascapandemi yang semakin fleksibel, sekaligus menjadi instrumen untuk menggerakkan perekonomian ritel. Konsep ini mendorong masyarakat tetap produktif sambil beraktivitas di pusat perbelanjaan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan serta konsumsi, terutama pada libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Implementasi WFM disinergikan dengan kampanye belanja nasional, seperti BINA Indonesia Great Sale dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, yang menawarkan diskon 20 - 80% dan tax refund 11% bagi wisatawan mancanegara. Skema ini dipandang sebagai bentuk stimulus konsumsi yang tidak hanya mendorong masyarakat untuk bekerja dari mall, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa implementasi WFM berjalan bersamaan dengan program belanja akhir tahun dan melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di sekitar 24 provinsi, yang mencakup puluhan ribu gerai ritel serta ratusan merek yang berpartisipasi dalam program promosi dan diskon.
Oleh sebab itu, pemerintah mengaitkan keuntungan WFM dengan target transaksi dari program belanja nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan perputaran uang di sektor ritel, pariwisata, dan konsumsi domestik.
Dalam konteks tersebut, pemerintah menargetkan nilai transaksi dapat mencapai Rp30 triliun hingga 4 Januari 2026, dengan harapan total perputaran belanja masyarakat selama periode akhir tahun dapat menembus lebih dari Rp110 triliun.
Untuk mendukung pencapaian target, pemerintah memberikan dukungan kebijakan melalui pengaturan Flexible Working Arrangement (FWA) bagi ASN, yang memungkinkan dapat bekerja dari lokasi alternatif, seperti di mal selama selama 29 sampai 31 Desember 2025.
Dengan demikian, Work From Mall diposisikan bukan sebagai program yang berdiri sendiri, melainkan sebagai instrumen pendukung yang mengintegrasikan produktivitas kerja, mobilitas masyarakat, dan stimulus konsumsi untuk memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi serta adaptasi pola kerja fleksibel di ruang publik.
Penulis : Ratih Putri Salsabila
Sumber :
https://www.cna.id/
https://www.ntvnews.id/
https://voi.id/
https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/
https://www.suara.com/