Tren Mall di Indonesia: Antara Gaya Hidup, Hiburan, dan Modernitas Kota

Friday, 12 December 2025

Dalam dua dekade terakhir, perkembangan pusat perbelanjaan di Indonesia menunjukkan transformasi besar, terutama di kota-kota seperti Jakarta dan Surabaya. Mall kini tidak lagi dipandang sebagai tempat belanja semata. Peran mereka berkembang menjadi ruang hiburan, lokasi bersosialisasi, tempat makan, rekreasi keluarga, hingga venue untuk konser, pameran, dan berbagai aktivitas komunitas.

Menurut data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Indonesia memiliki sekitar 321 pusat perbelanjaan mulai dari kelas bawah, menengah, hingga kelas premium. Perubahan gaya hidup, meningkatnya mobilitas masyarakat perkotaan, serta kebutuhan ruang publik yang nyaman membuat mall menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi. Tidak heran jika kehadiran mall kini dianggap sebagai indikator modernitas sebuah kota sekaligus simbol kemajuan ekonomi dan urbanisasi.

Mall besar juga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai landmark kota. Menariknya, banyak orang mengira mall terbesar pasti berada di Jakarta, namun Surabaya justru memegang predikat tersebut. Pakuwon Mall contohnya, menawarkan kompleks ritel berskala besar yang bahkan melampaui banyak mall di ibu kota. Dengan konsep superblock yang menggabungkan ritel, food and beverage, hiburan, hotel, dan hunian, Pakuwon Mall menjadi pusat gaya hidup yang sangat diminati. Bersama Tunjungan Plaza, kehadiran mall-mall besar ini menegaskan posisi Surabaya sebagai pusat ritel modern di kawasan Timur Indonesia.

Meski begitu, Jakarta tetap menjadi pusat perbelanjaan paling beragam dan inovatif, dengan mall seperti Grand Indonesia, Mall Kelapa Gading, Pondok Indah Mall, dan Senayan City yang menawarkan konsep unik sesuai target pengunjung. Pada kuartal II 2025, tingkat hunian rata-rata pusat perbelanjaan dan sektor ritel di Jabodetabek tercatat stabil, masing-masing 73,4% dan 68,3%.

Tren yang berkembang pesat adalah konsep one-stop destination, yaitu mall menyediakan segala kebutuhan mulai dari belanja, kuliner, coworking space, tempat bermain anak, hingga area rekreasi. Dengan cuaca tropis yang tidak menentu, mall menjadi ruang nyaman ber-AC yang cocok untuk aktivitas keluarga. Perilaku konsumen, terutama generasi muda, juga mendorong mall untuk menghadirkan ruang instagramable, event musiman, pop-up store, dan kuliner viral. Tidak heran jika mall kini sering menjadi pusat event besar yang menarik ribuan pengunjung.

Berdasarkan tren tersebut, perkembangan mall di Indonesia menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat modern. Baik Jakarta maupun Surabaya menampilkan karakternya masing-masing, namun keduanya sama-sama menggambarkan bagaimana mall telah berevolusi menjadi pusat gaya hidup dan hiburan yang semakin modern dan relevan.

 

Penulis: Farah Septiawardahni

Sumber:

https://www.bloombergtechnoz.com/

https://kumparan.com/

https://kadin.id/

Share:
Back to Blogs