Upcycle Fashion, Tren Baru di Sektor Ritel

Friday, 6 March 2026

Upcycle fashion adalah bagian dari tren green, atau tren mode berkelanjutan di sektor ritel, yang mengubah limbah tekstil, material sisa, atau melakukan modifikasi pada pakaian lama menjadi produk fashion yang bernilai estetika dan bernilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, tren ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendorong kreativitas, keterampilan dan aksi terhadap ekonomi sirkular.

Sejalan dengan tren upcycling, saat ini juga tumbuh outlet thrifting, atau outlet yang menjual fashion bekas yang masih dapat digunakan. Keberadaan toko thrifting menjadikan upcycling lebih mudah dilakukan oleh konsumen. 

Thrifting adalah kegiatan yang mengarah pada pembelian barang bekas, atau secondhand/preloved yang masih layak pakai, sementara upcycling mengolah barang bekas menjadi produk baru dengan nilai yang lebih tinggi.

Saat ini, upcycling menjadi salah satu metode yang dilakukan oleh peritel, di antaranya pada sektor fashion. Kesadaran akan lingkungan berkelanjutan dan upaya mengurangi volume limbah menjadi salah satu pendorongnya.

Dalam skala yang lebih besar, beberapa brand lokal telah melakukan inovasi upcycling untuk produksinya, sebut saja Money Man yang mengubah sisa bandana, Phantasma*Studio yang mengolah jeans bekas, Osem mengolah sisa kain, Setali Indonesia mengolah limbah tekstil menjadi pakaian jadi, Kreskros yang mengubah limbah plastik menjadi tas, Stuffo mendaur ulang limbah banner menjadi tas, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, brand global yang melakukan produksi dengan metode upcycling, di antaranya Balenciaga yang pernah memproduksi anting dari tali sepatu bekas, Worn Wear yang mengizinkan pelanggan menukarkan pakaian bekasnya, Levi’s meluncurkan koleksi berbahan denim bekas, dan masih banyak lagi.

Beberapa faktor menjadi pendorong utama tren ini berkembang saat ini yaitu krisis lingkungan makin nyata dengan volume sampah tekstil yang terus tumbuh signifikan, generasi millenial dan z memiliki kepedulian terhadap sustainability, dan tidak kalah penting adalah dukungan ekosistem digital yang mempopulerkan sustainable living dan tren vintage.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber :

https://evolvewaste.co.uk/

https://www.geometry.id/

https://www.ltex.co.id/

Share:
Back to Blogs