Proyek jalan tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) merupakan proyek pembangunan jalan tol yang sejak awal digadang-gadang sebagai proyek pembangunan infrastruktur paling ambisius di Indonesia. Proyek ini menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 206,65 kilometer yang akan menghubungkan Bandung dengan Cilacap. Bahkan proyek ini akan melampaui jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang terbentang sepanjang 189 kilometer.
Hingga kini, proyek pembangunan megaproyek jalan tol ini masih menjadi angan yang belum terwujud. Pasalnya, proyek yang memiliki nilai investasi sebesar 56,2 triliun rupiah ini menghadapi tantangan serius berupa rendahnya minat investor. Hal ini disebabkan oleh proyeksi lalu lintasnya yang dinilai rendah.
Proyek ini sebelumnya sempat mendapatkan pemenang lelang pada tahun 2022, yaitu konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) yang pada saat itu beranggotakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulia Turangga, PT Gama Group, dan PT Jasa Sarana. Akan tetapi, progres ini terhenti di tengah jalan akibat kegagalan konsorsium untuk mencapai kesepakatan pembiayaan yang merupakan syarat penting kelanjutan proyek. Kontrak pada proyek ini dibatalkan dan status proyek kembali ke titik nol.
Setelah kegagalan pada proses pelelangan pertama, pemerintah melakukan proses lelang ulang pada tahun 2024 yang dalam prosesnya hanya diikuti oleh sedikit peminat. Bahkan, PT Trans Persada Sejahtera - PT Wiranusantara Bumi dan PT Helindo - PT Proyek Tiga sebagai dua konsorsium terbesar tidak berhasil melewati tahap kualifikasi. Sehingga, proses lelang ini kembali dinyatakan gagal.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkap bahwa rendahnya minat investor pada proyek ini diakibatkan oleh rendahnya proyeksi lalu lintas kendaraan pada ruas tol tersebut. Ia juga mengatakan apabila volume kendaraan yang diproyeksi ternilai rendah, pemerintah perlu turun tangan dan memberi dukungan pendanaan supaya proyek tetap menarik bagi investor. Sedangkan, saat ini pemerintah sedang mengalami dilema untuk mengalokasikan anggarannya pada proyek Tol Getaci atau pada konstruksi Bendungan Cibeet dan Cijurey.
Padahal, Proyek Tol Getaci sejak awal perencanaannya sudah mulai berprogres, terutama pada pembebasan lahan. Akan tetapi, karena terhalang pada proses pelelangan, proyek tol ini sedang dikaji ulang untuk menyesuaikan ulang kebutuhan investasi dan alokasi sumber pendanaannya.
Penulis: Pangripta Rahma
Sumber:
https://www.kompas.com/
https://koran.pikiran-rakyat.com/