Baru-baru ini, Knight Frank Global telah merilis publikasi unggulannya yang bertajuk The Wealth Report 2026. Publikasi ini berisi bahasan tentang iklim kekayaan global yang tersebar di seluruh dunia. Salah satu highlight dalam publikasi ini adalah pertumbuhan crazy rich di dunia, ditandai dengan pertumbuhan angka HNWI (High Net Worth Individual) dan UHNWI (Ultra High Net Worth Individual) dengan metodologi perhitungan berupa wealth sizing model.
Selain itu, The Wealth Report 2026 juga membahas beberapa tren yang terjadi seputar properti dan kekayaan global seperti fenomena plutonomy yang terjadi di dunia, pertumbuhan family offices, hingga potensi ruang angkasa sebagai instrumen investasi. Publikasi ini juga membahas performa properti residensial yang disebut PIRI (Prime International Residential Index) atau indeks properti residensial mewah.
Secara keseluruhan, residensial mewah mengalami kenaikan harga dengan pertumbuhan positif sebesar 3,2% (yoy) pada tahun 2025. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ini mengalami perubahan sebesar -0,4%. Meskipun begitu, dalam ranah global, negara dengan residensial mewah yang mengalami kenaikan harga masih lebih banyak dibandingkan dengan residensial mewah yang mengalami penurunan harga; sekitar 73 dari 100 negara yang mengalami kenaikan harga.
Rerata kenaikan harga dari residensial mewah memiliki rentang yang cukup tinggi, sebagai contoh, kenaikan terbesar terjadi pada apartemen top tier terbaru di Tokyo (+58,5%), sementara residensial dengan penurunan terbesar terjadi di Guangzhou (-12,2%).
Tren PIRI mulai terlihat positif sejak tahun 2023. Saat ini, pertumbuhan harga residensial mewah (3,2%) masih melampaui pertumbuhan harga residensial secara umum di ranah global (2,9%). Kondisi ini terjadi karena segmen residensial mewah cenderung tidak terdampak oleh kenaikan suku bunga pada pembiayaan hipotek seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sementara segmen properti residensial secara umum masih sensitif terhadap perubahan tersebut.
Dengan performa yang baik, residensial mewah tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global yang ditandai dengan volatilitas geopolitik dan inflasi yang terus terjadi di dunia.
Setiap kawasan di dunia umumnya memiliki satu kota yang menjadi barometer dalam merefleksikan performa PIRI di wilayahnya. Misalnya saja, kawasan Timur Tengah mencatat rata-rata pertumbuhan tertinggi sebesar 9,4%, didorong oleh lonjakan harga properti di Dubai yang mencapai 25,1%. Sementara pada region lainnya, terdapat Amerika Latin dan Karibia dengan pertumbuhan 4,7%, disusul Asia Pasifik sebesar 3,6% dan Eropa sebesar 3,3%. Sementara itu, Amerika Utara menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami penurunan harga, yakni sebesar 0,9%, yang ditandai oleh lemahnya pasar properti di Kanada.
Pertumbuhan kelompok masyarakat dengan kekayaan tinggi serta meningkatnya kebutuhan terhadap aset safe haven membuat properti mewah masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati hingga saat ini, didukung oleh pasar eksklusif yang terus terbentuk secara alami.
Penulis: Jovan Rafkhansa
Sumber:
https://kfmap.asia/research/the-wealth-report-2026/4895
https://kfmap.asia/blog/bagaimana-prediksi-the-wealth-report-2026-terkait-indonesia/4915
https://kfmap.asia/blog/the-wealth-report-2026-apakah-investasi-properti-di-luar-angkasa-memungkinkan/4917
https://kfmap.asia/blog/pasar-hunian-mewah-masih-terus-bertahan/3069
https://kfmap.asia/blog/rumah-seharga-1-juta-us-dollar-seluas-apa/3134