Tantangan Bagi Infrastruktur Transportasi Indonesia Menjelang Maraton Libur Nasional 2026

Friday, 13 February 2026

Awal tahun 2026 menjadi masa yang spesial bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan surat keputusan bersama oleh 3 menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tercatat bahwa terdapat rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama yang berdekatan dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577, Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948), dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk beristirahat, berlibur, atau mudik bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Direktur utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad, pada konferensi pers di JIExpo Kemayoran tanggal 9 Februari lalu mengungkapkan bahwa prediksi jumlah kendaraan yang melalui ruas jalan tol pada arus mudik lebaran 2026 akan mencapai 3,67 juta unit. 

Jumlah yang diprediksi ini 1,4% lebih tinggi daripada periode lebaran 2025 dan 14% lebih tinggi dari arus normal. Selain itu, volume kendaraan pada arus balik mudik juga diprediksi akan mencapai 3,54 juta unit atau lebih tinggi 2,1% dari periode lebaran 2025 dan 12,5% lebih tinggi dari arus normal.

Lonjakan volume kendaraan di ruas jalan tol pada musim liburan menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia infrastruktur transportasi Indonesia. Perlu adanya pengaturan lalu lintas khusus selama arus mudik untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dan kemacetan panjang. Kualitas fisik dari jalan tol juga perlu diperhatikan lagi supaya dapat menyesuaikan dengan lonjakan volume kendaraan, sehingga mampu menekan angka risiko kecelakaan dan terus memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan. Selain itu, rest area di sepanjang ruas jalan tol juga harus dipastikan untuk mampu menampung lonjakan pelanggan yang akan datang.

Sebagai respon dan fenomena maraton libur nasional 2026, PT Hakaaston (HKA) telah mengambil langkah untuk mengupayakan kenyamanan perjalanan masyarakat terutama selama hari libur nasional dan cuti bersama 2026 dengan menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan yang siaga di sepanjang 989,55 km di ruas Jalan Tol Trans-Sumatera. Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, juga mengatakan bahwa jalan akan dipantau dan dijaga tetap mulus dan rest area dipastikan bersih serta nyaman agar masyarakat dapat bepergian dengan tenang.

 

Penulis: Pangripta Rahma

Sumber:

https://www.kemenkopmk.go.id 

https://www.kompas.tv/

https://www.tempo.co/

https://www.kompas.com/

Share:
Back to Blogs