Festival budaya, konser musik, hingga perayaan tahunan menjadi daya tarik yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di suatu kawasan. Lonjakan jumlah pengunjung dalam waktu singkat tidak hanya meningkatkan permintaan terhadap akomodasi, ruang komersial, kuliner, dan transportasi, tetapi juga memperkuat posisi kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Seiring semakin banyaknya kawasan mixed-use dan destinasi komersial yang menggelar berbagai acara, kemampuan mengelola keramaian menjadi aspek yang semakin penting dalam menjaga kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas kawasan.
Di balik potensi ekonomi tersebut, kawasan dengan kepadatan pengunjung yang tinggi juga menghadapi tantangan dalam menjaga keselamatan publik. Salah satu pembelajaran penting berasal dari insiden kerumunan padat di kawasan Itaewon, Seoul, pada tahun 2022.
Kajian yang dipublikasikan dalam Cureus Journal of Medical Science menunjukkan bahwa kombinasi kepadatan yang melampaui kapasitas ruang, jalur sirkulasi yang terbatas, serta kurangnya koordinasi di lapangan menjadi faktor yang memperbesar risiko ketika jumlah pengunjung meningkat secara signifikan. Tragedi tersebut kemudian menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan perlu memperhitungkan aspek keselamatan sejak tahap perencanaan.
Sebagai respons, Pemerintah Kota Seoul memperkuat sistem pengelolaan keramaian pada berbagai kawasan yang berpotensi menampung pengunjung dalam jumlah besar. Sejumlah langkah diterapkan, mulai dari pemantauan kepadatan melalui smart cam dan papan informasi digital hingga penempatan personel keamanan di titik-titik strategis saat penyelenggaraan acara. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan kerumunan tidak hanya dilakukan saat kondisi darurat, tetapi menjadi bagian dari perencanaan operasional sebuah kawasan.
Prinsip yang sama juga relevan bagi pengelolaan kawasan komersial, pusat perbelanjaan, maupun kawasan mixed-use. Selain memperhatikan kapasitas ruang publik, pengelola perlu memastikan tersedianya jalur evakuasi yang mudah diakses, sistem pemantauan kepadatan secara real-time, serta koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan penyelenggara acara. Langkah-langkah tersebut membantu mengurangi potensi risiko sekaligus menjaga kelancaran aktivitas pengunjung selama berlangsungnya event.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kawasan komersial tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung atau besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta. Kemampuan mengelola keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas pengunjung menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi kawasan dalam jangka panjang. Di tengah semakin berkembangnya konsep mixed-use dan meningkatnya frekuensi penyelenggaraan event berskala besar, penerapan standar keselamatan yang terencana akan menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya kawasan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis: Alya Arifa
Sumber:
https://www.koreajoongangdaily.com/
https://www.bbc.com/
https://www.cureus.com/