Konektivitas Jabodetabek: Studi Kelayakan Jalur MRT Lebak Bulus-Serpong akan Segera Rampung

Friday, 17 April 2026

Pada tahun 2025, PT MRT Jakarta (Perseroda) Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk bekerja sama pada rencana perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus, Jakarta hingga Serpong, Tangerang Selatan. Inisiatif perpanjangan ini lahir dari kondisi lalu lintas di rute Jakarta Selatan-Tangerang Selatan yang kian memadat.

Saat ini, rincian bentuk kerja sama yang dilakukan antara MRT Jakarta dan Sinar Mas Land meliputi kajian studi kelayakan yang di dalamnya mencakup identifikasi trase, perhitungan biaya investasi dan operasional, kelayakan ekonomi dan bisnis, serta kelayakan kelembagaan dan regulasi. Kerja sama ini akan berlangsung selama 2 tahun dan masih memungkinkan bahwa akan ada keterlibatan beberapa pihak swasta lainnya.

Berdasarkan berita terkini yang dilaporkan, saat ini MRT Jakarta dan Sinar Mas Land telah memulai studi kelayakan untuk perpanjangan jalur MRT Lebak Bulus-Serpong. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, mengungkap bahwa studi kelayakan ini ditargetkan untuk selesai pada akhir tahun ini.

Proyek perpanjangan rute ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah aglomerasi Jabodetabek. Selain itu, adanya penambahan rute MRT Lebak Bulus-Serpong dapat mengurangi beban kepadatan lalu lintas baik pada jalan arteri, maupun jalan tol yang selama ini masih menjadi akses utama rute Jakarta-Tangerang Selatan.

Selain penambahan rute Lebak Bulus-Serpong, MRT Jakarta juga tengah melakukan pembangunan MRT Jakarta fase 2 (Utara-Selatan) yang mencakup rute Bundaran HI-Ancol Barat dan ditargetkan untuk selesai di tahun depan. Proyek pembangunan ini juga terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mempercepat penyelesaiannya.

Sedangkan untuk proyek MRT Jakarta jalur Timur-Barat, pembangunan direncanakan akan mulai tahun ini dengan rute Balaraja-Tangerang-Cikarang dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2031. Konstruksi tahap awal akan berfokus pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang berada di wilayah Jakarta.

 

Penulis: Pangripta Rahma

Sumber:

https://bantenprov.go.id/ 

https://www.cnnindonesia.com/ 

https://finance.detik.com/ 

https://www.tangerangnews.com/ 

Share:
Back to Blogs