Peta Industri Indonesia Bergeser, Kabupaten Batang Jadi Titik Barunya

Friday, 28 August 2026

Selama lebih dari satu dekade, peta kawasan industri Indonesia identik dengan tiga wilayah submarket, seperti Bekasi, Karawang, dan Cilegon. Ketiganya adalah jantung manufaktur nasional, mulai dari otomotif, elektronik, f&b, hingga petrokimia. Saat ini, pasar properti industri di Greater Jakarta masih resilien, dan mulai menunjukkan perluasan ke wilayah lainnya di Pulau Jawa.

Berdasarkan hasil riset Jakarta Property Highlight 1H 2026 oleh Knight Frank Indonesia, tercatat total serapan lahan sepanjang semester pertama ini berkisar 127,5 hektar dari total stok kawasan industri Greater Jakarta yang mencapai 16.020 hektar.

Di tengah penyerapan lahan di Greater Jakarta tersebut, munculnya potensi pasokan baru yang akan hadir tidak hanya dari wilayah Greater Jakarta, tetapi juga meluas ke beberapa area hingga di Jawa Tengah, salah satunya Kawasan industri di Kabupaten Batang.

Kabupaten Batang mencatat realisasi investasi sekitar Rp6,2 triliun dan membuka 5.396 lapangan kerja baru sepanjang semester I 2026, menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, menyusul kota-kota besar, seperti Semarang dan Kendal. Investasi ini didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA), dengan sektor kelistrikan dan energi sebagai penopang utama.

Selama bertahun-tahun, Batang lebih dikenal sebagai wilayah yang dilewati saat perjalanan mudik melalui jalur Pantura, atau sesekali disebut karena PLTU-nya. Namun, sejak Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang mulai beroperasi penuh pada tahun 2024 dan ditetapkan sebagai KEK pada 20 Maret 2025, citra itu mulai dikenal sebagai aglomerasi kawasan industri di Jawa Tengah.

KITB menawarkan lahan seluas 4.300 hektar yang dapat diakses dalam 15 menit ke Tol Trans Jawa dan 30 menit dari Pelabuhan Kendal. Dengan daya tariknya tersebut, angka pertumbuhan di kawasan industri ini cukup meyakinkan. Tercatat hingga April 2026, KITB sudah menampung 93 tenant dengan total investasi tercatat Rp23 triliun, dan 53% di antaranya merupakan industri padat teknologi. 

Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun operasional, komitmen investasi yang masuk di semester pertama tahun 2026 menembus Rp47 triliun dari 22 investor asing, yang mencakup sektor elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, hingga industri tekstil premium.

Membaca arah trend kawasan industri, pengelola KITB merencanakan pengembangan kawasan, dengan mengalokasikan lahan seluas 28 hektare khusus untuk proyek data center, sebagai bagian dari visi jangka panjang KITB yang tidak lagi sekedar kawasan manufaktur, melainkan kota industri terpadu, lengkap dengan rencana dry port yang bekerja sama dengan PT KAI dan Pelindo, kawasan hunian rumah susun puluhan ribu unit, hingga fasilitas rekreasi seperti lapangan golf dan arena pacuan kuda.

Kawasan industri yang mulai meluas ke luar Greater Jakarta sejalan dengan pernyataan Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, yang menggambarkan submarket industri Greater Jakarta tengah bertransformasi menjadi "ekosistem industri multi-nodal", yakni sejumlah simpul pertumbuhan kawasan yang saling melengkapi, bukan lagi mengandalkan satu wilayah dominan.

Jika kerangka berpikir tersebut diperluas keluar dari batas Jabodetabek, Batang tampak pas menempati posisi sebagai simpul baru dalam jaringan industri nasional. 

Hal di atas tercermin dari data PDRB Kabupaten Batang tahun 2025 oleh BPS, kontribusi sektor industri pengolahan atau manufacturing mencapai Rp11.605,63 miliar atau sekitar 35% dari total ekonomi daerah, jauh melampaui sektor pertanian yang dulu menjadi tulang punggung wilayah ini.

Ketika lahan di jantung industri, seperti di Greater Jakarta, kian mahal dan terbatas, cerita pertumbuhan serapahan lahan industri Indonesia berikutnya mungkin tidak lagi ditulis di wilayah tersebut, melainkan di kota-kota lainnya, seperti Batang yang sedang mempersiapkan panggungnya sendiri.

 

Penulis : Ratih Putri Salsabila

Sumber : 

https://cjip.jatengprov.go.id

https://kek.go.id/

https://timesindonesia.co.id/

https://batangkab.bps.go.id/

https://data.industry.co.id/

https://www.detik.com/

https://jateng.tribunnews.com/

Share:
Back to Blogs