Perluasan KEK Kendal, Gresik, dan Galang Batang: Sinyal Investasi KEK yang Terus Menguat

Friday, 10 July 2026

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengumumkan bahwa tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu Kendal, Gresik, dan Galang Batang, telah mengajukan perluasan lahan untuk mengakomodasi permintaan investasi. Luasan lahan yang diajukan oleh ketiga KEK tersebut, mencapai rata-rata dua kali lipat dari luas eksisting yang dimiliki sekarang, seiring kapasitas utilisasi yang ada, telah mendekati kapasitas maksimal. Sejak 2023, KEK Gresik dan Kendal secara konsisten memimpin realisasi investasi di seluruh KEK di Indonesia. 

Skala pengembangan ketiga kawasan ini terus meningkat. KEK Kendal mencatat investasi kumulatif Rp101,93 triliun hingga kuartal I 2026 dengan 117.941 tenaga kerja. KEK Gresik membukukan Rp113,4 triliun dengan 45.860 tenaga kerja, sementara KEK Galang Batang mendekati Rp35 triliun dengan 15.000 tenaga kerja, 90 persen di antaranya SDM lokal. Kendal dan Galang Batang telah menyampaikan usulan perluasan konkret, masing-masing 1.000 dan 2.700 hektare, sementara Gresik juga tengah memproses permohonan serupa meski luas tambahannya belum dirinci secara resmi.

Meski sama-sama berstatus manufaktur, karakter industrinya berbeda. Kendal Industrial Estate seluas 2.200 hektare berorientasi pada industri ekspor, logistik, dan pengolahan, dengan lebih dari 90 pelaku usaha lintas sektor makanan, furnitur, fashion, elektronik, hingga otomotif. Gresik, di sisi lain, menjadi bagian dari Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) seluas 2.961 hektare yang memadukan kawasan industri, pelabuhan, dan perumahan dalam satu ekosistem logistik terintegrasi. Sedangkan KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan berfokus pada hilirisasi mineral, mengolah bauksit menjadi alumina dan aluminium sejak 2018, mencerminkan agenda hilirisasi sumber daya alam di luar Pulau Jawa sekaligus diversifikasi basis industri nasional.

Dasar utama perluasan adalah kapasitas lahan dan minat investasi yang tinggi. Pemerintah memproyeksikan perluasan ketiga KEK berpotensi menyerap tambahan investasi Rp894,8 triliun dan 500 ribu tenaga kerja baru, jauh melampaui akumulasi realisasi investasi seluruh KEK di Indonesia sepanjang 2012 hingga 2025. Meski demikian, sejumlah ekonom mengingatkan pentingnya evaluasi insentif fiskal, mengingat potensi penerimaan pajak yang tidak terealisasi akibat berbagai pembebasan pajak di KEK diperkirakan mencapai Rp530 triliun pada tahun 2025.

Jumlah investasi yang meningkat, serta tingginya minat investasi, menjadi sebuah momentum untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Dengan fokus pembangunan Indonesia yang berpusat pada hilirisasi industri, perluasan KEK Kendal, Gresik, dan Galang Batang menjadi prospek yang diharapkan dapat mendorong perekonomian regional dan nasional. Bagi anda yang tertarik berinvestasi, anda bisa berdiskusi dengan tim Knight Frank Indonesia melalui link berikut: https://kfmap.asia/contact-us/service/2/general-agency 

 

Penulis : Zahraan Fauza Ardilla

Sumber : 

https://kfmap.asia/blog/menilik-perkembangan-kawasan-industri-di-kendal/2876

https://kfmap.asia/blog/yuk-kenali-lebih-jauh-kawasan-industri-di-gresik/2519

https://www.tempo.co/

https://www.babelinsight.id/

https://ekonomi.republika.co.id/

https://ekonomi.bisnis.com/

Share:
Back to Blogs