Percepatan Pembangunan Perumahan Berbasis TOD

Friday, 6 February 2026

Salah satu program perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo adalah program 3 Juta rumah, yaitu strategi perbaikan 2 juta rumah tidak layak huni di desa dan pembangunan 1 juta rumah baru di perkotaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

Dalam mewujudkannya, Wamen PKP Fahri Hamzah menyatakan bahwa pembangunan 1 juta rumah di perkotaan memerlukan mekanisme percepatan akselerasi karena terdapat permasalahan ketersediaan lahan yang sulit. Strategi perwujudan ini dibahas lebih lanjut pada dokumen Permen PKP No. 14 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2025-2029, dengan salah satu strateginya adalah mendorong pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan kawasan strategis dan transportasi publik melalui strategi pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

Menjawab tantangan keterbatasan lahan di perkotaan, pendekatan penyediaan hunian berbasis TOD memungkinkan pemanfaatan lahan yang lebih efisien dan berdaya guna. Kawasan hunian yang disediakan pastinya akan terintegrasi dengan fasilitas transportasi umum dan fasilitas umum lainnya seperti perkantoran, komersial, pusat hiburan, dan lain-lain sehingga dapat menekan biaya transportasi sehari-hari dan memudahkan akses terhadap kebutuhan sehari-hari.

Pada konteks Indonesia, konsep TOD belum familiar pada masyarakat Indonesia secara menyeluruh sehingga masih terdapat tantangan dalam pengembangannya. Salah satunya adalah masih banyak investor yang belum melihat potensi dari pengembangan kawasan berorientasi transit dan membutuhkan intervensi dan dukungan kolaborasi dari pemerintah selaku aktor yang memiliki kewenangan dan kapasitas dalam menghubungkan TOD dengan lingkungan sekitarnya.

Sebagai respons dari tantangan dan kebutuhan yang ada, pemerintah mendorong pembangunan hunian dengan pendekatan TOD dalam rangka akselerasi perwujudan program 3 juta rumah khususnya pada permukiman perkotaan. Pada akhir tahun 2025 silam setelah melakukan pertemuan dengan presiden dan kepala staf kepresidenan (KSP), Wamen PKP Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa sedang dirumuskan peraturan untuk mendukung akselerasi program ini dan mengungkapkan adanya kebutuhan untuk membuat satu kelembagaan untuk mengkonsolidasi semua jenis keperluan untuk percepatan pembangunan.

Selain itu terkait penyediaan lahan untuk pembangunan hunian berbasis kawasan berorientasi transit di perkotaan, Danantara diproyeksikan untuk menjadi salah satu penyedia lahan terbesar.

 

Penulis : Pangripta Rahma

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/daya-tarik-hunian-berbasis-tod-transit-oriented-development/1799 

https://www.bloombergtechnoz.com/

https://pkp.go.id

https://perumnas.co.id/

https://www.ksp.go.id/ 

Share:
Back to Blogs