Pengembangan Kawasan Strategis Nasional untuk produksi mobil dan motor listrik nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini mendapat dukungan konkret dari pemerintah melalui pembangunan akses tol.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa dukungan infrastruktur bagi kawasan industri Subang diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban serta akses sementara melalui Jalan Tol Cikampek–Palimanan.
Pembangunan exit tol ini disiapkan untuk menunjang kawasan industri yang dikembangkan oleh PT Pindad (Persero), sekaligus memperkuat mobilitas logistik menuju kawasan tersebut. Lokasinya yang berdekatan dengan Pelabuhan Patimban turut menjadikan Subang sebagai simpul strategis bagi distribusi hasil produksi kendaraan listrik nasional ke pasar domestik maupun ekspor.
Langkah ini sejalan dengan tren pergeseran investasi kawasan industri di koridor Jabodetabek yang mulai mengarah ke wilayah timur akibat keterbatasan lahan siap bangun di Bekasi dan Karawang. Penyerapan lahan industri secara nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai hampir 90 hektare, dengan rata-rata harga permintaan lahan industri sekitar Rp3,1 juta per meter persegi.
Khusus di Subang, riset Knight Frank Indonesia mencatat harga rata-rata lahan industri berada di kisaran Rp2,05 juta per meter persegi, salah satu yang paling kompetitif dibandingkan dengan Karawang dan Bekasi, mengindikasikan Subang masih menjadi salah satu kawasan dengan nilai lahan paling terjangkau di jalur Pantura sekaligus salah satu yang paling diminati investor.
Ketersediaan akses tol yang lebih baik berpotensi mengubah dinamika pasar properti industri di kawasan ini. Saat ini, memang Subang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan penyerapan lahan industri tertinggi secara nasional, didorong oleh ekspansi sektor otomotif dan kendaraan listrik.
Kehadiran exit tol baru diproyeksikan memperkuat konektivitas infrastruktur menuju kawasan industri tersebut, sehingga distribusi logistik lebih efisien, biaya operasional pelaku usaha lebih kompetitif, dan daya tarik investasi properti di sekitar Subang pun ikut meningkat.
Ke depan, penguatan akses tol ini tidak hanya menjadi katalis bagi pengembangan kawasan industri kendaraan listrik nasional, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan nilai lahan dan permintaan kavling industri di wilayah penyangga Subang.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat investor pada kawasan strategis nasional yang terus diperkuat konektivitasnya, sekaligus memperkuat posisi Subang sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru properti industri di Jawa Barat.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/performa-unggul-sektor-properti-industri-di-jabodetabek-dan-sekitarnya/3464
https://www.detik.com/
https://www.bisnis.com/
https://www.kompas.com/
https://realestat.id/