Tahun 2026 menjadi babak baru bagi pasar retail Indonesia. Sektor ini tidak hanya mempertahankan resiliensinya pasca pandemi, tetapi juga menjadi arena ekspansi agresif bagi peritel lokal maupun internasional yang semakin menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas.
Dari sisi permintaan, sinyal positif datang dari data Bank Indonesia (BI). Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan tumbuh 7,9% secara tahunan (yoy), ditopang oleh kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang. Momentum ini berlanjut pada bulan berikutnya dengan pertumbuhan 5,7% (yoy) dari kelompok serupa, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.
Dari sisi pasokan, pasar ritel Jakarta memasuki tahun 2026 dengan kondisi yang semakin solid. Hadirnya Pondok Indah Mall 5 (PIM 5) menambah sekitar 26.400 m² area ritel baru, sehingga total pasokan kumulatif pusat perbelanjaan di Jakarta kini mencapai sekitar 3,58 juta m².
Dari sisi pasokan dan hunian, kondisi pasar ritel Jakarta menunjukkan perbaikan bertahap. Total pasokan mal tercatat meningkat 0,3% secara tahunan menjadi 4.332.092 m². Diferensiasi antar kelas mal pun semakin tajam, ritel premium mencatat ekspansi aktif dari gerai Fashion, F&B, dan Lifestyle, berbeda halnya dengan ritel kelas menengah ke bawah yang masih mengandalkan event dan omni channel marketing untuk mendongkrak kunjungan.
Kondisi tersebut mendorong pengelola mal untuk lebih cermat dalam menyusun tenant mix yang relevan. Karena indikator performa ritel yang sesungguhnya bukan sekadar tingginya traffic, melainkan ketika kunjungan berhasil berkonversi menjadi transaksi nyata.
Di sisi ekspansi, gelombang peritel asing dari Asia menjadi sorotan utama. Segmen F&B diperkuat oleh masuknya jaringan restoran asal Tiongkok, sementara dari segmen fashion hadir merek Amerika Hollister dan merek Inggris COS. Peritel dari Jepang, Australia, dan Eropa pun turut memperluas jangkauan mereka, menjadikan Indonesia magnet investasi ritel berkat besarnya populasi konsumen.
Hasil Property Outlook Survey 2026 Knight Frank Indonesia turut memberikan sinyal konstruktif, meski 61% pemangku kepentingan memperkirakan pertumbuhan investasi properti bergerak moderat, meski demikian subsektor ritel diproyeksikan tetap stabil dengan kecenderungan transformasi yang kuat.
Tren ini dibarengi berkembangnya konsep experience-based retail. Berdasarkan Knight Frank Indonesia, ruang ritel modern mengalami peningkatan okupansi sebesar 0,29% dengan dominasi dari sektor F&B, sport apparel, dan fashion yang menandai pergeseran preferensi konsumen dari belanja transaksional menuju pengalaman berbelanja yang lebih holistik.
Secara keseluruhan, sektor ritel Indonesia 2026 menghadirkan dua wajah, yaitu kompetisi ketat antara peritel lokal dan asing, serta seleksi alam bagi pusat perbelanjaan yang tidak berinovasi. Pemahaman terhadap tren ekspansi, tenant mix, kompetisi antar peritel dan performa hunian per kelas mal menjadi kunci pengambilan keputusan strategis di pasar yang terus bertransformasi.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/beberapa-jenis-mall-yang-ada-di-indonesia/2457
https://www.bi.go.id/
https://www.kompas.com/
https://realestat.id/
https://www.kabarbursa.com/
https://www.viva.co.id/
https://swa.co.id/