Tidak banyak event yang dapat menggabungkan hiburan, budaya dan penggalangan dana secara bersamaan. Met Gala menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah acara besar dapat berkembang menjadi platform yang memiliki dampak signifikan multidimensi.
Awalnya, Met Gala merupakan acara penggalangan dana biasa yang dimulai pada tahun 1948 untuk mendukung Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Seiring waktu, acara ini berkembang menjadi salah satu event paling bergengsi di dunia, yang tidak hanya menampilkan fashion, tetapi juga menjadi bagian dari budaya populer global.
Pada tahun ini, Met Gala kembali menunjukkan skalanya sebagai fundraiser besar. Sebelum acara dimulai, dana yang terkumpul telah mencapai sekitar US$42 juta atau setara Rp670 miliar, melampaui rekor tahun 2025 yang mencapai US$31 juta. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah event dapat memiliki nilai ekonomi yang besar jika didukung oleh konsep dan positioning yang tepat.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi antara lokasi yang iconic, kurasi tamu yang selektif, serta kekuatan budaya yang diangkat dalam tema yang berbeda setiap penyelenggaraannya sebagai contoh tahun ini Met Gala menggunakan tema “Costume Art” yang mengharuskan para tamu untuk menyesuaikan pakaian yang digunakan saat datang.
Dalam konteks kreatif ini, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar. Sebagai negara dengan keberagaman budaya, Indonesia memiliki banyak elemen yang dapat diangkat menjadi konsep event berskala besar, baik melalui fashion, seni, maupun tradisi lokal yang kita miliki. Hal ini membuka peluang untuk menjadikan event iconic sebagai media showcase budaya Indonesia ke tingkat yang lebih luas.
Selain sebagai ajang budaya, event semacam ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi terhadap wilayah sekitar. Penyelenggaraan event berskala besar dapat mendorong aktivitas di berbagai sektor properti, seperti perhotelan, transportasi, hingga kawasan komersial di sekitarnya. Tingginya pergerakan pengunjung juga berpotensi meningkatkan kebutuhan akomodasi serta pemanfaatan ruang di kawasan strategis.
Kawasan pusat kota maupun area dengan konsep mixed-use memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sebagai pusat aktivitas event. Kompleksitas penyelenggaraan acara mendorong pengunjung untuk memilih akomodasi dan fasilitas hospitality yang berada di sekitar lokasi, sehingga turut mendukung peningkatan aktivitas serta nilai kawasan secara keseluruhan.
Met Gala memperlihatkan bahwa sebuah event dapat menjadi lebih dari sekadar hiburan. Dengan konsep yang tepat, event juga dapat menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan perkembangan kawasan di sekitarnya.
Jember Fashion Carnaval (JFC), salah satu bentuk event di Indonesia yang mulai mendunia,menunjukkan bagaimana sebuah acara budaya dapat memberikan dampak ekonomi terhadap wilayah. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa di salah satu politeknik di Jakarta menunjukkan bahwa sekitar 86% pengeluaran wisatawan selama menghadiri JFC dialokasikan untuk sektor hospitality, makanan, dan souvenir. Kondisi ini menunjukkan bahwa event tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi kawasan. Meski dampaknya belum berskala global, pengembangan event seperti JFC berpotensi memiliki signifikansi yang lebih besar di masa depan, serupa dengan perkembangan Met Gala sebagai event budaya internasional.
Penulis: Alya Arifa
Sumber:
https://www.voguecollege.com/
https://www.vogue.com/
https://www.cnnindonesia.com/
https://garuda.tv/