Sebagian besar masyarakat Jakarta mungkin pernah memiliki cita-cita untuk tinggal di kawasan elit Jakarta, salah satunya Menteng. Kawasan ini kerap dipersepsikan sebagai simbol prestise, kemapanan, dan sejarah panjang kelas atas ibu kota. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, impian tersebut perlahan memudar bagi sebagian orang karena tekanan ekonomi dan perubahan gaya hidup, serta realitas sosial.
Bukan tanpa alasan, harga lahan di Menteng saat ini sudah mencapai Rp100 juta per meter persegi. Bahkan, pada lokasi-lokasi tertentu, nilai tersebut dapat melonjak hingga Rp150 juta per meter persegi, mencerminkan prestise dan tingginya permintaan di kawasan ini.
Sejalan dengan hal tersebut, salah satu lembaga survei properti menyebutkan bahwa, tren pasar hunian tapak menunjukkan adanya pergeseran, yaitu permintaan hunian premium (dengan harga di atas Rp3 miliar) meningkat sekitar 17% di kota satelit Jakarta seperti Sentul, Tangerang, Bekasi, hingga Bogor.
Namun, keinginan untuk memiliki rumah di pusat kota Jakarta tidak pernah sirna.
Sekilas sejarah mengenai Menteng, salah satu kawasan prestisius di Jakarta, kawasan ini sejak awal dirancang sebagai hunian elit pada era kolonial Belanda. Pengembangannya berkaitan erat dengan pemindahan pusat kota dari Batavia ke Weltevreden akibat wabah malaria dan dinamika sosial saat itu. Untuk menunjang kebutuhan hunian para pejabat pemerintahan, Menteng kemudian dikembangkan sebagai Garden City pertama di Indonesia dengan memadukan kualitas hidup yang tinggi dan elemen ruang hijau.
Hingga saat ini, kawasan tersebut masih menjadi kawasan prestisius dengan alasan-alasan sebagai berikut.
Walaupun pasokan terbatas, beberapa rumah di daerah Menteng yang saat ini tengah dipasarkan. Detil terkait rumah tersebut bisa diakses dengan klik disini.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://kfmap.asia/services/general-agency/residential/sale/for-sale-house-maluku-menteng-jakarta
https://kfmap.asia/blog/pengaruh-citra-eksklusif-kawasan-menteng-terhadap-tingginya-harga-tanah/4127
https://kfmap.asia/blog/tembus-100-juta-per-meter-ini-alasan-menteng-tetap-jadi-kawasan-paling-mahal-di-jakarta/4097
https://www.detik.com/
https://www.historia.id/
https://www.topbusiness.id/
https://www.inilah.com/