Mengenal Lebih Jauh tentang Kawasan Industri Tematik

Friday, 9 January 2026

Di tengah ketidakpastian global, termasuk tarif AS-Tiongkok, tantangan geoekonomi, serta geopolitik global, kinerja sektor industri di Indonesia malah menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, investasi meningkat 9,3% (YoY), dari Rp6,173 triliun menjadi Rp6,745 triliun.

Pertumbuhan sektor industri juga dapat dilihat dari penambahan stok kawasan industri serta pasokan luasan lahan yang dijualnya. Jumlah kawasan industri meningkat sebesar 5,3% (YoY), diikuti oleh pertumbuhan luasan pasokan lahan sebesar 4,3% (YoY), serta spillover effect berupa penambahan tenaga kerja sebesar 2,4% (YoY). 

Merespons dinamika tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong percepatan pengembangan kawasan industri melalui promosi konsep kawasan industri tematik. Upaya lainnya adalah menjadikan kawasan ini sebagai PSN atau KEK yang dapat menggerakkan ekonomi Indonesia.                                    

Lalu, apa yang dimaksud dengan kawasan industri tematik dan mengapa hal ini perlu dikembangkan di Indonesia?

Simpelnya, Kawasan Industri Tematik dapat diartikan sebagai kawasan industri yang berfokus pada satu tema tertentu. Pendekatan ini bertujuan membentuk klaster industri yang terintegrasi, lebih efisien, dan memiliki daya saing tinggi.

Dalam pengembangannya, kawasan yang bersifat tematik akan memiliki perencanaan yang lebih spesifik, mencakup penentuan jenis tenant, penyediaan infrastruktur pendukung, penerapan SOP, hingga regulasi yang relevan. Berbeda dengan kawasan industri konvensional, investasi kawasan ini jauh lebih efektif dan efisien karena mampu mengakomodasi kebutuhan yang serupa dalam satu sektor industri yang telah ditetapkan.

Contoh dalam perindustrian global adalah Silicon Valley. Secara singkat, kawasan ini berangkat dari kombinasi akademik, politik, militer, inovasi, dan revolusi industri. Berlokasi di Palo Alto, California, kawasan ini memiliki tema besar secara organik yaitu teknologi. 

Lahirnya inovasi teknologi terbesar seperti Apple, Google, dan Meta, semua berawal dari lembah ini. Sejak dekade 1950-an, Silicon Valley juga didukung oleh beragam insentif, antara lain keringanan pajak, pendanaan riset, hibah pemerintah, serta pengembangan ekosistem dan infrastruktur pendukung yang berkelanjutan.

Beberapa KEK di Indonesia, sudah memiliki tema tertentu di dunia Industri. Contohnya yaitu pengembangan KEK Halal di Sidoarjo, Jawa Timur dengan fokus pusat industri halal dunia. Nantinya, kawasan ini akan dipenuhi oleh beberapa subsektor seperti kosmetik, FnB, farmasi, logistik, dan lainnya yang berlabelkan halal dari material yang dipakai hingga proses industri yang dilakukan di kawasan ini. Dengan ini diharapkan produk halal dapat diproses dan didistribusikan secara lebih efektif dan efisien.

Namun, realisasi pengembangannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait regulasi tata ruang, percepatan penerbitan PKKPR, serta keterbatasan utilitas pendukung seperti listrik, gas bumi, dan akses logistik. Apabila hambatan tersebut dapat diselesaikan, investasi kawasan industri berpotensi meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://kfmap.asia/research/industrial-market-overview-1h-2025/4369

https://kfmap.asia/blog/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-mempersiapkan-kawasan-industri/2847

https://www.neraca.co.id/

https://rm.id/

https://kumparan.com/

https://www.antaranews.com/

https://www.sezhips.com/

Share:
Back to Blogs