Rencana pembangunan hunian vertikal di sekitar Stasiun Manggarai menandai langkah baru dalam integrasi sektor transportasi dan properti di kawasan perkotaan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan pembangunan sekitar 2.200 unit apartemen di lahan sekitar 2,2 hektar dekat Stasiun Manggarai. Berdiri hingga 12 lantai, hunian ini direncanakan akan menawarkan 2 tipe hunian dengan harga terjangkau. Proyek ini ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan dapat dihuni pada tahun 2027.
Lokasi proyek ini memiliki nilai strategis, karena Stasiun Manggarai merupakan salah satu simpul transportasi umum terbesar di Jakarta. Stasiun ini menghubungkan berbagai rute KRL Commuter Line dengan sejumlah moda transportasi lain. Tingginya mobilitas penumpang menjadikan kawasan ini sangat potensial untuk pengembangan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Pengembangan kawasan hunian vertikal tersebut merupakan implementasi konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni pendekatan pembangunan kawasan yang memadukan fungsi hunian dengan aktivitas komersial dan transportasi umum dalam jangkauan berjalan kaki. Melalui penerapan konsep ini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penggunaan kendaraan pribadi sekaligus memangkas waktu pergerakan dengan akses transportasi publik yang lebih efisien.
Kawasan TOD, khususnya yang didukung pemerintah, seperti Manggarai saat ini, memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik umumnya mengalami peningkatan nilai lahan karena aksesibilitasnya yang tinggi. Kehadiran hunian yang terjangkau dan bersubsidi, area komersial, serta arus penumpang yang besar dapat menciptakan ekosistem ekonomi produktif di sekitar stasiun.
Dalam konteks perencanaan ibu kota, pengembangan kawasan TOD ini merupakan bagian dari strategi yang besar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT KAI, mendorong transformasi kawasan berbasis transportasi publik dengan memfokuskan pengembangan pada beberapa stasiun strategis dengan intensitas mobilitas tinggi seperti Manggarai, Dukuh Atas, dan Senen.
Proyek pengembangan serupa juga berpotensi direplikasi di luar konteks ibu kota. PT KAI yang dikabarkan memiliki 320 juta m² lahan di berbagai wilayah berpotensi mengembangkannya menjadi kawasan berbasis stasiun dan integrasi moda. Selain di Manggarai, rencana hunian serupa juga disiapkan di kawasan sekitar stasiun di kota-kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Melalui kabar awal pengembangan kawasan TOD di Manggarai ini, model serupa diharapkan dapat menjadi tren dalam pengembangan properti di sekitar kawasan simpul transportasi. Stasiun yang semula hanya berfungsi menaikkan dan menurunkan penumpang diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat aktivitas perkotaan yang menggabungkan fungsi hunian dan ekonomi lokal yang lebih efisien dan berkelanjutan pada masa mendatang.
Penulis: Nareswari Dahayu
Sumber:
https://kfmap.asia/blog/jakarta-dorong-transformasi-kota-lewat-rencana-tod-tiga-stasiun-strategis/4474
https://kfmap.asia/blog/transit-oriented-development-tod-strategi-pembangunan-memicu-peningkatan-harga-tanah/3471
https://www.detik.com/