Konstruksi Bangunan, Perlu Diperhatikan untuk Menghindari Musibah ‘Gedung Roboh’

Friday, 28 November 2025

Akhir tahun ini, banyak peristiwa gedung roboh yang memberikan dampak kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi penghuni gedung dan warga sekitar. Sebut saja, mulai dari racket-based sport center di Jakarta yang atapnya roboh di tengah turnamen, atap gazebo universitas yang roboh tanpa sebab di Tasikmalaya, bangunan asrama putri yang roboh di Situbondo, juga tembok sekolah negeri yang roboh di daerah Jakarta Barat, dan berbagai peristiwa lainnya.

Penelusuran dari berbagai musibah tersebut menunjukkan adanya pola yang sama, yaitu tata cara pembangunan yang tidak sesuai prosedur konstruksi, penggunaan material yang tidak sesuai standar, dan kurangnya keterlibatan ahli konstruksi. Banyak kasus juga dipicu oleh minimnya pengawasan, ketergesaan dalam proses pembangunan, atau penghematan.

Maka dari itu, penting untuk memastikan bahwa proses konstruksi dilakukan secara benar sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, sehingga dapat menciptakan bangunan yang kokoh sesuai fungsinya.

Ada beberapa tips yang dapat diimplementasikan dalam proses konstruksi, diantaranya sebagai berikut,

  1. Keterlibatan ahli dalam tahap perencanaan, termasuk dalam proses perhitungan beban, ketahanan bencana seperti gempa, banjir, dan lain lain yang disesuaikan dengan daerah pembangunan, serta desain struktur yang sesuai dengan standar nasional (SNI) atau internasional.
  2. Uji tanah sebelum pembangunan, hal ini penting untuk menentukan jenis pondasi yang akan dipakai dalam pembangunan gedung tersebut.
  3. Pastikan material sesuai dengan standar, material yang bagus adalah material yang telah tersertifikasi atau sesuai dengan standar nasional atau internasional (SNI, dll).
  4. Perhatikan prosedur konstruksi, Hal ini perlu diperhatikan agar tidak ada step yang terlewat dan berurutan.
  5. Pengawasan yang ketat, berguna untuk meminimalkan kesalahan dalam proyek secara teknis atau kesalahan dalam konstruksi.
  6. Pastikan kelengkapan perizinan, termasuk PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung yang diterbitkan oleh Kementerian PU sebelum proyek berlangsung.
  7. Inspeksi dan perawatan berkala, termasuk retakan, kebocoran, korosi, dan isu lainnya yang harus segera ditangani sebelum permasalahan menjadi besar.

Lalu, bagaimana tips untuk bangunan eksisting yang ingin mengetahui apakah bangunannya masih kokoh dan layak beroperasi? Jawabannya adalah dengan melakukan engineering & building audit terhadap gedung tersebut. 

Proses di atas dapat dilakukan dengan melakukan investigasi terhadap struktur, pondasi, mekanikal dan elektrikal, dan performa keseluruhan gedung. Knight Frank Indonesia menyediakan jasa tersebut, Anda dapat mengunjungi laman Property and Engineering Services. Tak hanya building audit, Knight Frank Indonesia juga menawarkan jasa dalam pengelolaan properti termasuk mengukur kebutuhan ruang, perencanaan ruang yang diselaraskan dengan budget, saran terhadap fungsional bangunan, dan lain sebagainya.

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber :

https://kfmap.asia/services/property-and-engineering-services

https://www.kompas.com/

https://www.detik.com/

Share:
Back to Blogs