Kabarnya Bali Sepi Wisatawan Nusantara: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Sektor Properti?

Tuesday, 6 January 2026

Akhir tahun 2025 kemarin, media sosial diramaikan dengan kabar bahwa Bali tengah mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Berita ini cukup heboh di kalangan netizen karena terasa janggal, Bali biasanya selalu mengalami lonjakan wisatawan pada periode libur Nataru tiap tahunnya. Lantas, bagaimana faktanya di lapangan dan apakah berpengaruh terhadap sektor properti?

Berita ini tidak seutuhnya benar, wisatawan di Bali yang berkurang hanyalah wisatawan domestik alias nusantara. Sebaliknya, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali justru mengalami peningkatan lebih dari 600 ribu wisatawan dibandingkan Desember 2024. Dengan demikian, jumlah wisatawan di Bali masih mengalami peningkatan, meski wisatawan domestik cenderung menurun.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa wisatawan domestik pada Libur Nataru 2025/2026 ini banyak beralih ke Pulau Jawa, terutama Yogyakarta. Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi kondisi pariwisata di Bali, curah hujan yang tinggi cukup mengurangi kunjungan wisatawan. Gubernur Bali, Wayan Koster juga menambahkan bahwa jumlah penerbangan domestik ke Bali tahun ini telah dikurangi.

Tak dapat dipungkiri, kondisi penurunan wisatawan nusantara ini memiliki pengaruh terhadap sektor properti. Dalam jangka pendek, akomodasi akan mengalami penurunan tingkat okupansi, terutama hotel, villa, maupun guest house yang memiliki segmen pasar wisatawan domestik. Pelaku usaha demikian akan merasakan dampak terbesar, sehingga diperlukan strategi untuk bisa beradaptasi.

Dalam jangka waktu panjang, kondisi pariwisata yang didominasi oleh wisatawan asing saja dapat memberi dampak yang cukup signifikan. Sebut saja, hotel atau sarana akomodasi seperti villa, perlu beradaptasi dengan dinamika permintaan pasar.

Fenomena penurunan wisatawan domestik di Bali ini ternyata bukan hanya isu pariwisata, melainkan juga sebuah isu bagi sektor properti. Penting bagi investor properti maupun pelaku usaha pariwisata setempat untuk memahami fenomena ini, dan mengadopsi strategi bisnis agar pariwisata di Bali berkelanjutan serta memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.

 

Penulis : Grace Olivia

Sumber :

https://www.metrotvnews.com/

https://denpasar.kompas.com/

https://www.detik.com/

Share:
Back to Blogs