Jakarta International Stadium atau JIS merupakan stadion terbesar di Indonesia yang digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pertandingan sepak bola berskala besar, konser, dan acara besar lainnya. Stadion ini diresmikan pada tahun 2022 oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu.
Pembangunannya sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari sengketa lahan hingga penolakan sebagian masyarakat. Meski demikian, proyek ini akhirnya rampung dan menjadi fasilitas representatif yang mendukung kegiatan seni dan olahraga di Indonesia, khususnya di Jakarta.
Selama empat tahun terakhir, tingkat aksesibilitas Jakarta International Stadium masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan kawasan Gelora Bung Karno yang memiliki fungsi serupa. Meskipun telah dilayani oleh BRT atau TransJakarta serta Mikrotrans, kawasan ini belum didukung oleh moda transportasi massal berkapasitas besar yang mampu mengakomodasi arus penonton konser maupun pertandingan, baik saat kedatangan maupun kepulangan.
Akibatnya, sebagian besar pengunjung masih mengandalkan kendaraan pribadi. Hal ini berdampak pada tingginya penggunaan lahan parkir di kawasan Ancol, bahkan hingga memicu praktik parkir liar di lingkungan permukiman warga sekitar.
Rencana peningkatan akses transportasi massal menuju JIS sebenarnya telah lama digagas, salah satunya melalui pembangunan Stasiun KRL JIS agar kawasan ini dapat terlayani oleh kereta api. Setelah melalui proses yang cukup panjang, kini mulai terlihat titik terang, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan bahwa pada Juni 2026 stasiun tersebut ditargetkan sudah dapat beroperasi dan melayani KRL Commuter Line rute Tanjung Priok–Jakarta Kota.
Kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia, DJKA Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mendorong pengembangan transit menuju Jakarta International Stadium, yang diproyeksikan meningkatkan volume penumpang lintas Tanjung Priok. Tren ini terlihat dari kenaikan jumlah pengguna dari 1,6 juta pada 2022 menjadi 3,5 juta pada 2025, dengan tambahan 873 ribu pengguna pada periode Januari–Maret 2026.
Jakarta International Stadium yang bersifat multipurpose, serupa dengan Gelora Bung Karno, mendorong beragam aktivitas, mulai dari kegiatan olahraga, konser, dan pertandingan pada waktu tertentu, hingga aktivitas komersial dan rekreasi lainnya. Integrasi dengan stasiun KRL pun akan memberikan nilai tambah secara fungsional serta meningkatkan intensitas pemanfaatan kawasan JIS di masa mendatang.
Ke depan, Jakarta International Stadium akan semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan melalui transportasi publik massal seperti KRL. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada saat acara besar berlangsung di JIS.
Pengelolaan kawasan oleh Jakpro pun diharapkan mampu mengoptimalkan peran stasiun ini sebagai katalis pengembangan kawasan berbasis TOD di masa mendatang.
Penulis : Jovan Rafkhansa
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/jakarta-international-stadium-usung-konsep-green-building/1930
https://www.cnbcindonesia.com/
https://finance.detik.com/
https://www.cnnindonesia.com/
https://www.nsbluescope.com/