Ingin Beli Rumah Second? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya!

Friday, 20 February 2026

Hampir semua orang masih menaruh mimpi untuk memiliki rumah sendiri. Namun, harga properti yang cenderung meningkat tiap tahun kerap kali meredupkan impian tersebut. Berdasarkan Residential Property Price Survey oleh BI, harga properti hunian di Indonesia setidaknya bertumbuh sekitar 1% pada setiap kuartal tahun 2025. Angka tersebut menjadi laju terendah sejak 2003 akibat melemahnya daya beli

Kondisi tersebut mendorong sejumlah calon pembeli untuk mempertimbangkan membeli rumah second atau bekas dibandingkan dengan rumah baru. Namun, pembelian rumah second memerlukan ketelitian serta pertimbangan yang matang dari berbagai aspek. Meski demikian, rumah second memiliki sejumlah kelebihan yang dapat menjadi bahan pertimbangan, antara lain sebagai berikut.

  • Lokasi Strategis

Rumah second biasanya berlokasi di area yang mudah dijangkau dan dekat dengan berbagai fasilitas dasar, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, serta akses transportasi umum. Tidak jarang alasan ini mendorong calon pembeli untuk membeli rumah second di kawasan elit Jakarta, seperti Menteng.

  • Harga Lebih Terjangkau dan Bisa Dinego

Harga yang cenderung lebih murah sering menjadi alasan utama rumah second diminati oleh calon pembeli dibandingkan dengan rumah baru. Tidak hanya itu, rumah second biasanya dijual secara perorangan, membuka kesempatan untuk bernegosiasi dengan pemilik rumah. 

  • Lingkungan Sekitar Rumah Sudah Mapan

Di area strategis, rumah second sering berada di lingkungan yang telah berkembang dan sudah mampu memenuhi kebutuhan primer hingga tersier warganya. Selain itu, kawasan yang sudah mapan menawarkan ruang interaksi sosial yang lebih hidup dan potensi nilai aset properti yang lebih baik. 

Dari sejumlah kelebihan itu, rumah second juga menyimpan risiko yang perlu dicermati sebelum membentuk keputusan. Adapun beberapa kekurangan rumah second adalah sebagai berikut.

  • Kondisi Bangunan Tidak Optimal

Rumah second yang tidak dirawat secara berkala berisiko meninggalkan kerusakan bagi pemilik berikutnya. Kerusakan tersebut dapat termanifestasi dalam struktur dan amenitas dasarnya, seperti saluran listrik, air, serta atap. Biaya perbaikan dan renovasi total bahkan berpotensi melebihi biaya pembelian rumah itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk melakukan survei rumah secara langsung berbekal checklist pada fasilitas tertentu untuk menilai kondisi rumah yang hendak dibeli.

  • Legalitas dan Kelengkapan Dokumen 

Tidak semua rumah second memiliki dokumen yang lengkap dan jelas. Ada risiko sertifikat bermasalah, hak milik ganda, atau tunggakan pajak yang menyulitkan proses kepemilikan. Namun, hal ini dapat dihindari dengan berunding dengan agen atau ahli terkait.

  • Fasilitas dan Desain Tidak Sesuai dengan Model Modern

Rumah second mungkin memiliki tata ruang, desain, atau fasilitas yang sudah usang dan kurang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan masa kini. Penyesuaian ruang hidup agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan sekarang tentunya memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Pada akhirnya, memilih antara rumah baru dan second kembali bergantung pada kebutuhan, prioritas, dan kesiapan finansial calon pembeli. Rumah second menawarkan keunggulan harga, tetapi juga menuntut ketelitian dalam meninjau kondisi bangunan dan legalitasnya. Dengan riset dan pertimbangan matang, rumah second dapat menjadi pilihan hunian yang nyaman sekaligus investasi yang baik di masa depan.

 

Penulis: Nareswari Dahayu

Sumber:

https://kfmap.asia/blog/hal-yang-harus-dipertimbangkan-dalam-memilih-hunian-baru-atau-second/1221 

https://kfmap.asia/blog/tips-inspeksi-rumah-untuk-memiliki-hunian-ideal/3171

https://kfmap.asia/blog/rumah-second-jadi-alternatif-populer/3335 

https://kfmap.asia/blog/menteng-impian-hunian-elit-yang-kian-langka/4632

https://www.bi.go.id/

Share:
Back to Blogs