Tren kepemilikan rumah di Indonesia menunjukkan pergeseran demografi yang menarik. Generasi Z kini menjadi kelompok usia yang paling banyak memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Data terbaru mencatat sekitar 62% realisasi penyaluran KPR FLPP 2025 diakses oleh kelompok usia 19 hingga 30 tahun, gabungan generasi Z dan milenial muda yang mulai serius mempertimbangkan rumah subsidi sebagai hunian pertama.
Secara nominal, penyaluran FLPP sepanjang tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah subsidi, capaian tertinggi sejak program ini bergulir.
Hingga akhir Juli 2026, realisasi sudah menembus lebih dari 118.700 unit, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, outstanding KPR FLPP yang masih dikelola mencapai sekitar 1,9 juta unit rumah dengan nilai kurang lebih Rp146 triliun, menegaskan skala besar program pembiayaan perumahan bersubsidi ini.
Fenomena ini tidak lepas dari karakteristik suku bunga tetap yang ditawarkan skema FLPP, berbeda dengan KPR komersial yang bersifat floating dan cenderung memberatkan cicilan di tengah suku bunga acuan yang fluktuatif.
Salah satu pengembang perumahan subsidi mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli rumah subsidi di proyeknya kini berusia 20 hingga 35 tahun, bahkan mulai muncul pembeli generasi Z berusia 20 tahun yang masih lajang namun sudah mengambil KPR rumah subsidi.
Uang muka yang rendah dan cicilan KPR yang ringan membuat rumah subsidi tetap diminati di tengah pelemahan pasar properti residensial nonsubsidi.
Program FLPP memang dirancang untuk menjangkau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk pekerja muda dengan gaji terbatas, sehingga kepemilikan rumah pertama menjadi lebih realistis bagi generasi Z.
Tingginya minat generasi muda terhadap rumah subsidi juga mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap investasi properti. Bagi generasi Z, rumah kini dilihat bukan sekadar tempat tinggal, melainkan instrumen investasi jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pemerintah pun terus memperluas akses lewat pengembangan platform digital rumah.go.id serta wacana perpanjangan tenor KPR hingga 40 tahun, guna menekan backlog kepemilikan perumahan yang masih tinggi. Dengan tren ini, developer properti diperkirakan akan semakin menyasar segmen generasi Z dalam merancang produk hunian subsidi ke depan.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/kpr-untuk-gen-z-mungkinkah-memiliki-rumah-dengan-gaji-di-bawah-10-juta/3574
https://www.bisnis.com/
https://www.kompas.com/
https://www.cnbcindonesia.com/