Affordable Luxuries di Ruang Ritel Hijau Saat Ini

Friday, 28 August 2026

Tren lipstick effect saat ini tengah terjadi dalam pola belanja masyarakat perkotaan, yaitu kondisi ketika konsumen kini lebih memprioritaskan pembelian barang affordable luxury, seperti overpriced coffee, matcha, blind box, dan lainnya, dibandingkan dengan big-ticket spending, seperti mobil, rumah dan investasi.

Menjangkau affordable luxuries ini memberikan kepuasan, hiburan, atau psychological value yang didapatkan dengan berbelanja hal-hal kecil. Kondisi ini di ranah global telah terjadi beberapa kali, di antaranya pada kisaran tahun 1998 dan 2008. Dengan kondisi ekonomi global yang penuh tantangan saat ini, nilai transaksi affordable luxuries tercatat tinggi, seperti kosmetik (lipstik). 

Beriringan dengan tren lipstick effect di Jakarta, saat ini geliat sektor F&B semakin memenuhi ruang ritel. Setidaknya 47% dari total tenant baru di ritel saat ini berasal dari sektor F&B. Tidak hanya brand lokal, tetapi juga brand global, seperti Kopi Kenangan, Fore Donut, Butter Baby, Harlan Holden, Boost, Matchaman, Kurasu, dsb.

Secara penjualan, volume transaksi tidak hanya terjadi pada sektor F&B, tetapi juga pada kategori affordable luxury lainnya, seperti blind box yang ditandai dengan kehadiran tenant seperti Miniso, Top Toy, dan Pop Mart; produk high-end yang bersifat habis pakai seperti Byredo, Loewe Perfume, Guerlain, dan SK-II; serta fashion seperti COS, Nudie Jeans, Ferragamo, dan Longchamp. 

Terkait F&B, peritel saat ini berlomba menyediakan ruang yang nyaman, dan memberikan pengalaman yang menarik. Umumnya, ruang F&B didesain dalam format outdoor dengan ruang hijau. Ruang ritel saat ini tidak hanya digunakan oleh pengunjung sebagai tempat transaksi, tetapi juga untuk berinteraksi secara sosial, berolahraga, dan berkegiatan dengan komunitasnya masing-masing.

Setelah pandemi, terdapat tambahan 300.000 m² ruang ritel baru, yang 74% di antaranya mengembangkan ritel dengan green space. Hal ini mengindikasikan bahwa pengunjung mulai tertarik dengan mal yang memiliki ruang terbuka hijau. Sementara itu, terkait green certified retail, di Jakarta mulai tumbuh sejak tahun 2023.

Pertumbuhan green retail juga terjadi pada lanskap ritel mini, seperti konsep Alfresco Dining Retail. Dengan konsep terbuka, Alfresco Retail yang didominasi green open space bahkan memiliki okupansi lebih tinggi (5%) dibandingkan dengan Alfresco Retail secara keseluruhan (86%).

 

Penulis: Syarifah Syaukat

Sumber:

https://kfmap.asia/blog/secangkir-kopi-sebagai-self-reward-memberi-warna-pada-dinamika-ritel-jakarta/5019

https://kfmap.asia/blog/alfresco-dining-retail-model-ritel-yang-menjamur-saat-ini/3083

https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818

Share:
Back to Blogs